Arsip Kategori: general article

Gaya Modern Minimalis,Bentuk Mengikuti Fungsi – Sebuah artikel di Bali Post

modern livingIni adalah sebuah artikel di koran Bali Post, rupanya ditulis berdasarkan tulisan-tulisan saya di web. – ADA banyak desain arsitektur rumah. Ada gaya minimalis, klasik, mediteranian, art deco, kontemporer, sampai modern minimalis. Di tengah krisis kini, banyak pihak pengembang mulai melirik gaya rumah modern minimalis.

Kecenderungan ini di antaranya dikemukakan direktur sebuah perusahaan pengembang di Jakarta, Pandu Gunandito. Katanya, di samping lantaran krisis yang melanda kini, pasar sudah sedikit jenuh dengan desain yang “hanya” minimalis — tidak ada embel-embel “modern” — yang jadi trend pada 2008. Karenanya, pada 2009 ini pihaknya membangun desain rumah minimalis modern. Tujuannya agar masyarakat yang membeli rumah di kawasan perumahan lebih bangga karena desain rumah mereka sangat up date.
Gaya minimalis itu sendiri pernah booming pada era 1980-an. Namun, ketika kembali teraplikasi di abad ke-21, pasti sudah dimodernisasi dengan beberapa penambahan. “Pada saat ini konsep arsitektur minimalis lebih banyak dipadukan dengan bahan atau material modern dan dengan gaya yang lebih dinamis, yaitu dengan pemakaian bentuk-bentuk arsitektural yang lebih bervariasi serta tidak kaku. Jika kita lihat bentuk arsitektur tahun 1980-an, di situ gaya minimalis mengarah ke konsep art deco, dengan bentuk-bentuk yang lebih kaku dan monoton,” tutur arsitek Sanny Kurniadi.
Ditambahkan Probo Hindarto dari Astudio, “Prinsip arsitektur modern minimalis sebenarnya mengikuti prinsip arsitektur form follow function atau bentuk mengikuti fungsi. Karena itu, bentuk-bentuk yang tidak perlu dihilangkan. Namun, di Indonesia, kita mendapati ornamentasi atau hiasan-hiasan masih banyak digunakan dan minimalisme telah menjadi sebuah gaya arsitektur yang berdiri sendiri.”
Kadang-kadang, lanjut Probo, gaya minimalis dianggap sebagai istilah pengganti untuk gaya arsitektur modern. Hal ini bisa dipahami karena kebudayaan Indonesia sarat dengan ornamentasi atau hiasan.

modern living

Tips dan Trik
“Masukan” gaya modern dapat dilakukan melalui pemilihan cat interior maupun eksterior, pemilihan furniture, serta pernik atau aksesori yang dapat menambah nilai estetika rumah minimalis.
Tiap ruang hendaknya fungsional, juga memiliki ambience yang mendukung kegiatan di dalamnya. Soal furniture, Probo memiliki tips dan trik menata rumah bergaya modern minimalis untuk Anda. “Biasanya sesuai dengan sifatnya, furniture yang kita gunakan juga simpel, fungsional, dan tidak berornamen atau tidak ada hiasan sama sekali. Jika kita menggunakan furniture berornamen, maka kesan modern dari desain sebuah ruangan bisa kacau,” papar Probo.
Masih menurut Probo, Anda bisa memilih kursi kayu dengan jok suede berwarna gelap atau sofa berwarna cerah seperti peach, marun, dan krem berukuran besar maupun sedang untuk diletakkan di ruang keluarga. Bentuk lampu gantung ataupun standing lamp modern melengkung juga bisa diaplikasikan untuk mendukung tata desain modern.
“Pada prinsipnya, untuk sebuah ruangan bergaya modern, pada saat mendesain interior ruangan itu, seringkali kita harus masuk ke dalam ruangan dan merasakan sendiri atmosfer ruangan tersebut,” katanya. Jika orang terlalu sering berada dalam sebuah ruangan, misalnya karena dia pemilik rumah tersebut, maka dia boleh jadi sering kehilangan sense of space seperti jika kita pertama kali masuk ke sebuah tempat.
“Masih senapas dengan kampanye go green yang berkumandang di penjuru dunia, hendaknya rumah Anda memiliki taman,” imbuh Probo. Jika memiliki lahan sisa, jangan disia-siakan. Kita bisa segera menanaminya dengan tanaman yang sejuk dan rindang saat ini juga. Jika tanah di sekitar rumah tidak ada lagi yang bisa digunakan sebagai taman, kita bisa menggunakan pot-pot tanaman yang digantungkan atau diletakkan di mana saja. Bahkan kita bisa meletakkan pot kecil berisi tanaman di meja kerja rumah atau pojok ruang tamu. (sdo/nsa/tin)

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Desain Ruangan untuk Rumah Minimalis – Sebuah artikel di Lampung Post

9
Artikel ini dimuat di Lampung Post. MEMILIKI rumah minimalis dengan luas ruang yang terbatas harus pintar-pintar memilih furnitur dan ornamen untuk menambah nilai estetika rumah. Probo Hindarto dari Astudio mengatakan prinsip arsitektur modern minimalis sebenarnya mengikuti prinsip arsitektur form follow function atau bentuk mengikuti fungsi. Karena itu, bentuk- bentuk rumah terlihat sederhana dan simpel. “Masukan” gaya modern dapat dilakukan melalui pemilihan cat interior maupun eksterior, pemilihan furnitur, serta pernik atau aksesori yang dapat menambah nilai estetika rumah minimalis.

Tiap ruang hendaknya fungsional, juga memiliki ambience yang mendukung kegiatan di dalamnya. Bicara furnitur, Probo memiliki kiat dan trik menata rumah bergaya modern minimalis untuk Anda. Biasanya sesuai dengan sifatnya, furnitur yang kita gunakan juga simpel, fungsional, dan tidak berornamen atau tidak ada hiasan sama sekali. Sebab, bila menggunakan furnitur berornamen, kesan modern dari desain sebuah ruangan bisa kacau.

Anda bisa memilih kursi kayu dengan jok suede berwarna gelap atau sofa berwarna cerah seperti peach, marun, dan krem berukuran besar maupun sedang untuk diletakkan di ruang keluarga. Bentuk lampu gantung ataupun standing lamp modern melengkung juga bisa diaplikasikan untuk mendukung tata desain modern. Pilihan ada di tangan Anda. Namun, pada prinsipnya, untuk sebuah ruangan bergaya modern, pada saat mendesain interior ruangan itu, sering kali kita harus masuk ke dalam ruangan dan merasakan sendiri atmosfer ruangan tersebut.

Bila kita terlalu sering berada dalam sebuah ruangan, misalnya, karena kita pemilik rumah tersebut, kita boleh jadi sering kehilangan sense of space seperti bila kita pertama kali masuk ke sebuah tempat. Masih senapas dengan kampanye go green yang berkumandang di penjuru dunia, hendaknya rumah anda memiliki taman.

9


Jika memiliki sebuah lahan sisa, jangan disia-siakan. Kita bisa segera menanaminya dengan tanaman yang sejuk dan rindang saat ini juga. Bila tanah di sekitar rumah tidak ada lagi yang bisa digunakan sebagai taman, kita bisa menggunakan potpot tanaman yang digantungkan atau diletakkan di mana saja. Bahkan kita bisa meletakkan pot kecil berisi tanaman di meja kerja rumah atau pojok ruang tamu. Hijaukan rumah Anda di 2009! Nah, untuk pilihan dan model taman di 2009, Anda bisa menyimak Lampung Post edisi Minggu (18-1).


n RIN/DARI BERBAGAI SUMBER/M-1

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tentang konsep rumah dan interior rumah sehat

Mungkin sebulan yang lalu, dalam sebuah kesempatan presentasi yang dihadiri berbagai kalangan dimana mayoritas adalah mahasiswa dan karyawan pengembang perumahan, saya berbicara tentang cara-cara sederhana agar rumah lebih tanggap terhadap lingkungan. Di perkotaan, lahan makin sedikit sehingga harga lahan naik yang mengakibatkan makin banyak orang kesulitan untuk membeli sebuah rumah. Dampaknya; jumlah penghuni dalam sebuah rumah meningkat seiring kenaikan jumlah anggota keluarga, dan faktor lain yang turut berperan adalah kondisi alam yang sudah terganggu.

Bila pada masa ini kita bisa memiliki sebuah rumah, itu adalah anugerah dan kemewahan yang patut kita syukuri, apalagi bila rumah yang kita tempati adalah sebuah rumah yang sehat. Unsur apa sajakah yang sebaiknya diperhatikan dalam mendesain lay out denah dan penataan ruang untuk rumah sehat?

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah luasan dari rumah yang sehat, harus dapat memenuhi setidaknya kebutuhan dasar manusia untuk beraktivitas secara sehat, dalam hal ini berarti bisa melakukan aktivitas secara wajar dalam ruangan, tidak terlalu sempit atau terlalu besar. Tentunya kita masih sering mendengar banyak saudara-saudara kita yang kurang mampu hidup dalam kondisi kurang layak dalam rumah-rumah yang sangat sempit karena faktor ekonomi yang kurang mendukung.

Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI), kebutuhan ruang untuk seorang penghuni rumah adalah 9m2, dengan ambang batas 7,2m2. Jadi misalnya sebuah rumah direncanakan dihuni oleh 4 orang, maka sebaiknya luas rumah tidak kurang dari 36m2. Meskipun demikian, kita tahu bahwa luas rumah tinggal 36 meter persegi sudah cukup sempit untuk dihuni 4 orang.

Bila rumah direncanakan untuk ditambahkan ruang-ruang dengan ditingkat, jangan lupa untuk memperkuat pondasi dan struktur kolom agar mendukung dibangun dua tingkat. Hal ini agar menghindari penambahan biaya karena harus membongkar konstruksi yang sudah ada.

Penataan ruangan dapat mempengaruhi kesan kita terhadap ruang-ruang tersebut. Ruang tidur berdekatan dengan kamar mandi akan berbeda ‘rasa’ bila dibandingkan dengan disandingkan ruang makan. Penataan ruang yang pintar dalam hal ini termasuk bagaimana agar aktivitas seperti dalam kamar mandi tidak mengganggu ruang makan, setidaknya dengan dijauhkan jaraknya.

Penataan ruang juga harus diperhatikan agar tidak ada ruang-ruang yang miskin udara segar, gelap, dan sebagainya. Hindari ruang-ruang pojok dengan sudut tajam karena ruang seperti ini tidak efektif dan tidak sesuai dengan standar furniture yang umumnya berbentuk persegi empat atau bulat. Hubungkan ventilasi dan jendela tiap ruangan dengan taman depan, samping atau taman dalam rumah untuk pergantian udara. Ruang-ruang yang bisa dihubungkan seperti ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan tidak perlu diberi penyekat dinding agar udara bisa lebih leluasa mengalir.

Untuk memaksimalkan pencahayaan alami, sebaiknya kita menyediakan jendela-jendela yang cukup, setidaknya 5% dari luas ruangan. Selain itu, ruang dapat diberi cat tembok atau material finishing yang terang agar suasana ruang cukup terang bila bukaan jendela agak terbatas.

Ruang-ruang yang membutuhkan air seperti dapur, kamar mandi, tempat cuci dan sebagainya sebaiknya dikelompokkan dalam area yang berdekatan agar sanitasi lebih efisien karena pipa-pipa dapat disatukan. Demikian pula dengan kamar mandi atas dan bawah, sebaiknya berada dalam satu area vertikal (kamar mandi atas berada diatas kamar mandi bawah) sehingga bila terjadi kebocoran pun, hanya area basah yang terimbas.

Koran Sindo juga pernah mewawancarai saya tentang konsep interior rumah sehat. Berikut ini wawancara tersebut. Dan berikut ini saya copy-kan artikel dalam koran Sindo

KORAN SINDO

Sama seperti konsep ramah lingkungan untuk eksterior. Salah satu cara agar interior lebih ramah lingkungan adalah memperhatikan potensi lingkungan. Pada dasarnya alam yang diciptakan Tuhan sudah sempurna dan seimbang, namun karena banyak kerusakan dan gangguan yang diakibatkan oleh manusia, maka keseimbangan alam terganggu.

”Pada dasarnya alam disekitar kita memiliki potensi untuk kita gunakan dalam desain rumah tinggal, seperti udara alami yang sejuk, dan matahari yang bersinar sepanjang hari sepanjang tahun. Sayang sekali bila kita tidak menggunakannya dengan baik,” ujar arsitek dari Astudioarchitect, Probo Hindarto, saat dihubungi SINDO

Karena lebih banyak dihabiskan dalam rumah (interior), maka alangkah senangnya bila rumah mendukung kesehatan secara alami dan gratis. Sebenarnya, tidak sulit untuk menghadirkan interior rumah yang ramah lingkungan, misalnya memaksimalkan taman agar membantu menyediakan oksigen murni disekitar rumah kita. Dalam hal ini, butuh kejelian dari segi desain dan kemauan untuk menggunakan potensi alam agar hidup lebih sehat.

Sesuai dengan predikatnya sebagai ‘ramah lingkungan’, interior dapat direncanakan agar dapat ‘bekerja-sama’ dengan alam, dan memaksimalkan potensi alam untuk mendukung kondisi keseharian rumah. Misalnya, misalnya mendapatkan cahaya alami dari Matahari secara maksimal, melalui jendela, bukaan, dan ventilasi yang terhubung dengan taman-taman disekitar rumah. Bila tidak punya jendela biasa, bisa menggunakan skylight atau lubang pada atap agar cahaya Matahari bisa masuk secara maksimal.
Sebenarnya bukan keharusan untuk memilih interior ramah lingkungan, karena lebih kepada pilihan yang bijak agar bisa lebih menghargai dan memanfaatkan apa yang ditawarkan oleh alam. Udara alami, cahaya alami, tanaman yang menyejukkan, semua ditawarkan alam secara cuma-cuma, sehingga sayang sekali bila tidak digunakan.

Material ramah lingkungan memiliki kriteria sebagai berikut, tidak beracun, sebelum maupun sesudah digunakan. Dalam proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat berbahaya bagi lingkungan. Dapat menghubungkan dengan alam, dalam arti makin dekat dengan alam karena kesan alami dari material tersebut (misalnya bata mengingatkan pada tanah, kayu pada pepohonan). Bisa didapatkan dengan mudah dan dekat (tidak memerlukan ongkos atau proses memindahkan yang besar, karena menghemat energi BBM untuk memindahkan material tersebut ke lokasi pembangunan). Serta, bahan material yang dapat terurai dengan mudah secara alami.

material yang ramah lingkungan menurut kriteria diatas misalnya, batu bata, semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya. Ramah lingkungan atau tidaknya material bisa diukur dari kriteria tersebut atau dari salah satu kriteria saja, seperti kayu yang makin sulit didapat, tapi bila dipakai dengan hemat dan benar bisa membuat makin dekat dengan alam karena mengingatkan pada tumbuh-tumbuhan.

Untuk beretika terhadap lingkungan, harus menghargai alam. Misalnya dengan tidak menebang pohon disekitar rumah. Etika terhadap lingkungan terutama sudah dituliskan melalui peraturan pemerintah daerah agar dipatuhi, seperti garis sempadan, ketinggian bangunan, dan sebagainya.

Dari segi desain, harus berupaya mengembalikan potensi alam yang seharusnya sangat baik, tapi karena kehadiran manusia jadi semakin hancur. Contohnya, jangan menggunakan seluruh area lahan rumah untuk bangunan, namun sisakan untuk taman-taman asri yang bisa membantu memproduksi oksigen. Selain itu tetap gunakan sumur peresapan air agar air bisa meresap ke tanah kembali.

Interior ramah lingkungan sedang menjadi tren karena semakin dibutuhkan. Akibat makin kurangnya sumber daya alam dan menipisnya energi. Simak saja dimana-mana kondisi kota makin parah, panas dan tidak manusiawi. Untuk itu dibutuhkan interior ramah lingkungan di tempat tinggal agar tetap sehat, tetap bisa merasakan hubungan dengan alam, dan makin menghargai alam. (Seputar Indonesia)

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Teras rumah; "Teras yang baik adalah teras yang nyaman"

Teras adalah bagian rumah yang menyambut tamu-tamu datang, kadangkala kesan yang ditangkap oleh para tamu bisa terbawa hingga ke rumah. Teras juga bisa berada disamping atau belakang rumah sebagai area duduk. Mungkin Anda pernah mendengar seseorang berkata; “kita senang sekali ngobrol di teras rumah si A”. Ada beberapa cara menjadikan teras sebagai bagian yang menarik dari rumah kita dan terasa lebih nyaman.

Teras yang berada didepan rumah adalah penerima, dimana seringkali ia berfungsi sebagai ruang transisi sebelum seseorang masuk dalam rumah. Kadang-kadang, suasana teras terasa sangat nyaman, sehingga tamu atau anggota keluarga malah lebih senang mengobrol diteras tersebut. Mungkin saja, itu berasal dari semilir angin yang sejuk diantara tanaman-tanaman hias di teras, mungkin itu berasal dari warna bagian depan rumah, dan sebagainya. Dari pengamatan sederhana yang saya lakukan, ada beberapa hal yang menjadikan teras rumah semakin menyenangkan.

Teras yang baik adalah teras yang nyaman
Jangan lupa, kenyamanan di teras adalah hal utama. Bila kita ingin menunjukkan kesan ramah kepada mereka yang mengunjungi rumah kita, buatlah agar mereka merasa diterima dan disambut dengan sebuah kenyamanan. Dalam hal ini, kita bisa menyediakan kursi-kursi untuk duduk dengan nyaman. Kursi untuk teras seharusnya termasuk furniture outdoor, atau furniture yang tahan diletakkan diluar ruangan. Biasanya kursi outdoor dibuat dari bahan besi dan kayu untuk ketahanannya. Bahkan sekarang ada bahan-bahan lain dari plastik yang lebih tahan cuaca. Bila memungkinkan, gunakan tiga atau empat kursi untuk duduk.

Sebuah teras juga bisa dilengkapi dengan dudukan dari tembok, kayu, dan sebagainya yang merupakan bagian dari bangunan rumah. Saat mendesain, kita bisa menambahkan tembok sekitar 60-70 cm dengan dudukan di bagian atasnya. Hal ini sering kita jumpai pada rumah-rumah lama kolonial atau tradisional.

Teras dapat dilengkapi dengan tanaman
Tanaman dapat memperlunak suasana ruangan, dan membuat kita merasa makin nyaman. Tidak heran, bila tanaman selalu merupakan bagian dari terapi agar kita lebih nyaman, karena tanaman dengan daun-daun hijaunya mengingatkan kita pada alam yang asri dan menyegarkan. Tanaman rambat, tanaman hias dan pepohonan yang melindungi dari terik matahari menjadikan teras rindang dan asri. Lingkupi teras dengan berbagai tanaman.

Teras pada intinya adalah tempat berteduh
Jadi bila sebuah rumah hanya punya sedikit perkerasan dan sedikit teritisan, mungkin itu belum bisa disebut sebagai teras. Teras setidaknya harus berfungsi untuk menerima tamu sebelum masuk rumah, atau merupakan tempat untuk mengobrol di bagian depan, samping atau belakang rumah.Sebuah teras mungkin tidak terlihat bagus dari jalan, tapi boleh jadi bisa terasa nyaman dan asri sehingga membuat orang betah duduk disana. 

Teras bisa menjadi pengganti ruang tamu untuk sebuah rumah mungil, jadi hanya tamu yang sudah akrab saja bisa masuk kedalam rumah, dan rumah tidak harus memiliki ruang tamu, cukup ruang keluarga saja sehingga menghemat biaya pembangunan rumah.

Pada contoh diatas, rumah yang didesain astudio ini mungil, hanya memiliki ruang keluarga, dua kamar tidur, satu dapur, satu kamar mandi, dan halaman belakang yang berfungsi sebagai area makan dan ruang belajar anak. Contoh diatas menunjukkan, teras dapat dipakai sebagai pengganti ruang tamu, dengan menambahkan penyekat berupa dinding semi permanen dari kayu dan kaca atau fiber glass dengan rangka besi kecil.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Memadukan bentuk furniture dan jendela melengkung

Ruangan biasanya memiliki bentuk denah kotak, dan kadang-kadang ada bentuk ruangan yang dindingnya melengkung. Dinding melengkung biasanya dibuat di rumah-rumah atau bangunan bergaya klasik atau Mediterania, karena memang dari asalnya di dataran Eropa, arsitektur klasik banyak mengusung dinding yang berbentuk bundar.

Ruangan yang kotak hingga saat ini dianggap sebagai ruangan yang efektif, karena mudah dipadukan dengan furniture, yang biasanya bentuknya segi empat juga. Ruangan yang bentuk denahnya segitiga atau lingkaran tidak banyak dipakai, karena jenis denah seperti ini agak sulit dipadukan dengan furniture-furniture yang bentuknya segi empat di pasaran.

Namun saat ini, banyak furniture, jendela dan elemen bangunan maupun interior yang dibuat dengan bentuk-bentuk unik seperti bentuk bundar atau bulat. Contohnya bubble chair yang desainnya dibuat oleh Eero Aarnio, seorang desainer ‘kursi gelembung’ yang terkenal ini. Bentuk-bentuk yang tidak lazim ini bisa menciptakan atmosfer unik dalam rumah Anda.

Bubble Chair
‘Kursi gelembung’ atau Bubble Chair karya Eero Aarnio.

Ikea mats

Bentuk-bentuk melengkung seperti oval, bulat, bundar yang digunakan pada furniture, jendela dan sebagainya seringkali memberikan warna unik dalam desain rumah kita. Bertentangan dengan anggapan bahwa rumah modern harus dibuat dengan bentuk kotak-kotak, bentuk lengkung juga sesuai untuk digunakan, karena masih termasuk bentuk dasar yang sederhana (geometri sederhana) sesuai prinsip desain modern yang meniadakan ornamentasi.

Bila Anda ingin ruangan dalam rumah Anda terasa lebih ‘bersahabat’ dan tidak kaku, cobalah menggunakan bentuk lengkung seperti meja bundar, kursi bundar, atau bentuk pajangan lain dengan unsur lengkung. Dijamin, tiba-tiba ruangan akan lebih tidak kaku daripada hanya menggunakan furniture yang kotak-kotak saja.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Jenis-jenis lampu dalam rumah

A little early for my lunch appointment at Panera . . .Terdapat beberapa jenis lampu untuk interior rumah, seperti lampu biasa (bohlam atau neon), yang bisa dipasang di kap lampu. Jenis-jenis lampu hias lebih bervariasi dan digolongkan melalui berbagai cara memasang atau jenis aksesori lampu yang digunakan, seperti ceiling lamps (lampu langit-langit), spotlight (lampu sorot), dan sebagainya. Penggunaan lampu ini bisa sangat mendukung desain interior rumah maupun kantor Anda.

Lampu langit-langit (ceiling lamp)
Jenis lampu ini dipasang dibawah langit-langit dengan berbagai bentuk aksesoris yang bisa didapatkan di toko-toko lampu atau supermarket bahan bangunan dan peralatan rumah tangga. Jenis ini biasanya dipasang dengan tempat lampu yang berfungsi sebagai reflektor, dan banyak digunakan untuk perkantoran.

Upstairs Living Room

Lampu gantung (pendant fixtures)
Lampu jenis ini paling banyak digunakan untuk rumah tinggal, karena kemudahan memasang jaringan kabel. Lampu gantung lantai dasar dengan langit-langit dari dak beton biasanya menggunakan lampu gantung. Lampu gantung juga biasa digunakan untuk ‘mengisi’ langit-langit yang cukup tinggi, misalnya di area void, tangga, dan sebagainya. Cahayanya bisa digunakan untuk menerangi sebuah area khusus, misalnya meja makan.

Lampu dinding (wall lamps)
Lampu dinding biasa digunakan untuk tujuan menjadi hiasan dinding, atau memberi penerangan yang agak remang ketika malam tiba dan lampu lain dimatikan. Lampu dinding juga bisa digunakan untuk memperkuat sebuah area, misalnya area duduk. Bisa juga digunakan untuk memberi petunjuk arah, seperti pada lobi-lobi hotel.

A little early for my lunch appointment at Panera . . .

Lampu lantai (floor lamps)
Lampu lantai bisa digunakan untuk memberikan penerangan lebih, atau memperkuat keindahan sebuah desain interior. Jenis ini bisa digunakan untuk lampu baca di sebelah kursi baca atau sofa, bahkan menjadi penghias ruang tamu.

Lampu meja (desk lamps)
Lampu meja banyak digunakan untuk kegiatan membaca atau kegiatan lain di meja, dan sebagian besar merupakan lampu untuk area meja saja. Lampu jenis ini sebaiknya bisa diatur dari segi kuantitas cahaya dan bisa diatur arah cahayanya sesuai kebutuhan.

Ada begitu banyak pilihan untuk lampu yang biasa digunakan di rumah. Berbagai aksesori lampu ini bisa didapatkan di toko-toko, supermarket dan mall, dan yang penting diperhatikan adalah bagaimana agar lampu ini bisa memenuhi kebutuhan kita. Mengunjungi showroom adalah ide yang baik sebelum menentukan jenis lampu yang ingin dipakai. Cara lain adalah dengan mengunjungi berbagai tempat, misalnya restoran, hotel, dan sebagainya untuk memperoleh contoh bagaimana menggunakan tata cahaya lampu yang baik sebagai ide agar bisa diterapkan untuk rumah tinggal kita.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Dinding ‘garukan’ yang manis untuk rumah ber-gaya ‘minimalis’

Dinding ini dibuat dari campuran semen yang ‘digaruk’ alias dibentuk teksturnya dengan menggunakan alat yang mirip dengan sisir. Tukang yang terlatih bisa membuat dinding semacam ini dengan presisi. Dinding semacam ini biasanya sangat bagus untuk rumah bergaya minimalis. Selain harga pembuatannya lebih murah daripada menggunakan batu alam, kesan uniknya juga tak kalah menarik.

Gaya minimalis yang biasa menggunakan batu alam untuk dinding, memang sedang tren, karena batu alam juga terlihat cantik dan sangat ‘Indonesia’. Namun kesan batu yang unik tersebut kadang harus dibayar dengan harga batuan yang cukup tinggi. Sebagai alternatif, dinding ‘garukan’ semacam ini juga disukai.

Arsitek: Pak Sony (Araya)

Kesan presisi dari dinding semacam ini hadir karena keteraturan garis-garis teksturnya yang sangat sesuai dengan presisi bangunan-bangunan yang sedang tren saat ini. Bila Anda tertarik, bisa menggunakan semen mortar campuran khusus untuk dinding yang tidak usah diaci, sehingga tampilan terlihat lebih bagus. Cara lain juga menggunakan cetakan-cetakan yang dibuat sebelumnya (biasanya di pembuat benda-benda dari beton precast yang juga memproduksi pot beton, ornamen rumah dari beton, dan sebagainya). Cara yang terakhir ini tergolong kurang disukai karena bila cetakan tidak presisi, hasilnya kurang menarik.

Terlihat bagus bukan?

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Interior rumah tinggal yang ramah lingkungan, dan memperhatikan potensi lingkungan rumah/ perumahan

Sumatra BathroomUntuk artikel dalam rubrik ‘Griya’ kemarin, Koran Sindo mewawancarai saya seputar interior rumah tinggal yang ramah lingkungan. Pada dasarnya alam disekitar kita memiliki potensi untuk kita gunakan dalam desain rumah tinggal, seperti udara alami yang sejuk, dan matahari yang bersinar sepanjang hari sepanjang tahun. Sayang sekali bila kita tidak menggunakannya dengan baik.

1 apa yang dimaksud interior ramah lingkungan?

Sama seperti konsep ramah lingkungan untuk eksterior, salah satu cara agar interior lebih ramah lingkungan adalah memperhatikan potensi lingkungan. Pada dasarnya alam yang diciptakan Tuhan sudah sempurna dan seimbang, namun karena banyak kerusakan dan gangguan yang diakibatkan oleh manusia, maka keseimbangan alam terganggu.

Pada dasarnya alam disekitar kita memiliki potensi untuk kita gunakan dalam desain rumah tinggal, seperti udara alami yang sejuk, dan matahari yang bersinar sepanjang hari sepanjang tahun. Sayang sekali bila kita tidak menggunakannya dengan baik.

Karena waktu kita lebih banyak dihabiskan dalam rumah (interior), maka alangkah senangnya bila rumah kita mendukung kesehatan kita secara alami dan gratis (tidak membayar). Sebenarnya, tidak sulit untuk menghadirkan interior rumah yang ramah lingkungan, misalnya memaksimalkan taman agar membantu menyediakan oksigen murni disekitar rumah kita. Dalam hal ini, butuh kejelian dari segi desain dan kemauan kita untuk menggunakan potensi alam agar hidup kita lebih sehat.

2. jelaskan ciri dan konsep interior ramah lingkungan?

Sesuai dengan predikatnya sebagai ‘ramah lingkungan’, interior dapat direncanakan agar dapat ‘bekerja-sama’ dengan alam, dan memaksimalkan potensi alam untuk mendukung kondisi keseharian rumah kita, misalnya, kita tidak perlu menggunakan AC untuk ruangan karena sudah sejuk dan nyaman dengan udara alami dari bukaan jendela dan ventilasi. Pada dasarnya kita menghendaki rumah kita nyaman secara termal (suhu), dan bila kita tidak perlu menggunakan AC tapi rumah kita sudah terasa nyaman, maka ini adalah salah satu contoh ramah lingkungan dari segi pemanfaatan udara alami.

Contoh lain ramah lingkungan untuk interior, misalnya mendapatkan cahaya alami dari matahari secara maksimal, melalui jendela, bukaan, dan ventilasi yang terhubung dengan taman-taman disekitar rumah. Bila kita tidak punya jendela biasa, kita bisa menggunakan skylight atau lubang pada atap agar cahaya matahari bisa masuk secara maksimal.

Sumatra Bathroom

3. jelaskan mengapa masyarakat harus memilih interior ramah lingkungan?

Sebenarnya bukan keharusan untuk memilih interior ramah lingkungan, karena lebih kepada pilihan yang bijak agar kita bisa lebih menghargai dan memanfaatkan apa yang ditawarkan oleh alam kita ini. Udara alami, cahaya alami, tanaman yang menyejukkan, semua ditawarkan alam pada kita secara Cuma-Cuma, sehingga sayang sekali bila tidak digunakan.

4. seperti apa pemilihan materian yang ramah lingkungan?

Material ramah lingkungan memiliki kriteria sebagai berikut;

a. tidak beracun, sebelum maupun sesudah digunakan

b. dalam proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat berbahaya bagi lingkungan

c. dapat menghubungkan kita dengan alam, dalam arti kita makin dekat dengan alam karena kesan alami dari material tersebut (misalnya bata mengingatkan kita pada tanah, kayu pada pepohonan)

d. bisa didapatkan dengan mudah dan dekat (tidak memerlukan ongkos atau proses memindahkan yang besar, karena menghemat energi BBM untuk memindahkan material tersebut ke lokasi pembangunan)

e. bahan material yang dapat terurai dengan mudah secara alami

f. dan sebagainya

material yang ramah lingkungan menurut kriteria diatas misalnya; batu bata, semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya. Ramah lingkungan atau tidaknya material bisa diukur dari kriteria tersebut atau dari salah satu kriteria saja, seperti kayu yang makin sulit didapat, tapi bila dipakai dengan hemat dan benar bisa membuat kita merasa makin dekat dengan alam karena mengingatkan kita pada tumbuh-tumbuhan.

5. Bagaimana menerapkan etika desain terutama berkaitan dengan lingkungan?

Untuk ber-etika terhadap lingkungan, kita harus menghargai alam, misalnya dengan tidak menebang pohon disekitar rumah kita. Etika terhadap lingkungan terutama sudah dituliskan melalui peraturan pemerintah daerah agar kita patuhi, seperti garis sempadan, ketinggian bangunan, dan sebagainya.

Dari segi desain, kita harus berupaya mengembalikan potensi alam yang seharusnya sangat baik, tapi karena kehadiran manusia jadi semakin hancur. Contohnya; jangan menggunakan seluruh area lahan rumah untuk bangunan, namun sisakan untuk taman-taman asri yang bisa membantu memproduksi oksigen. Selain itu tetap gunakan sumur peresapan air agar air bisa meresap ke tanah kembali.

6. Apakah perlu dukungan dari pemerintah, industri, pengusaha dan masyarakat dalam mewujudkan interior ramah lingkungan?

Perlu. Saat ini perlu lebih banyak cara agar material yang ramah lingkungan bisa didapatkan dengan mudah, misalnya pemerintah dan industri lebih berpihak pada produksi material lokal yang dibuat dengan teknologi sederhana dari masyarakat, agar lebih memberdayakan masyarakat lokal secara ekonomi (ini juga termasuk kebijakan yang ‘green’).

7. apakah interior ramah lingkungan sedang menjadi tren, jelaskan dan mengapa?

Interior ramah lingkungan sedang menjadi tren karena kita semakin butuh, akibat makin kurangnya sumber daya alam dan menipisnya energi. Simak saja dimana-mana kondisi kota makin parah, panas dan tidak manusiawi. Kita makin butuh interior ramah lingkungan di tempat tinggal kita agar kita tetap sehat, tetap bisa merasakan hubungan dengan alam, dan makin menghargai alam.

Dalam koran Sindo:


Memperhatikan Potensi Lingkungan
Monday, 17 November 2008
ImageHIJAU: Hamparan pepohonan menghiasi kawasan elite Bintaro, Tangerang. Selain memperbaiki kualitas udara, pepohonan juga berfungsi untuk memperindah lingkungan perumahan. 

SAMA seperti konsep ramah lingkungan untuk eksterior. Salah satu cara agar interior lebih ramah lingkungan adalah memperhatikan potensi lingkungan. Pada dasarnya, alam yang diciptakan Tuhan sudah sempurna dan seimbang, tapi karena banyak kerusakan dan gangguan yang diakibatkan ulah manusia, maka keseimbangan alam terganggu. 


”Pada dasarnya alam di sekitar kita memiliki potensi untuk digunakan dalam desain rumah tinggal, seperti udara alami yang sejuk, dan matahari yang bersinar sepanjang hari sepanjang tahun.Sayang sekali bila kita tidak menggunakannya dengan baik,” ujar arsitek dari Astudioarchitect, Probo Hindarto, saat dihubungi SINDO Karena itu, alangkah senangnya bila rumah mendukung kesehatan secara alami dan gratis. 


Sebenarnya, tidak sulit untuk menghadirkan interior rumah yang ramah lingkungan, misalnya memaksimal kan taman agar membantu menyediakan oksigen murni di sekitar rumah kita. Dalam hal ini, butuh kejelian dari segi desain dan kemauan untuk menggunakan potensi alam agar hidup lebih sehat. 


Sesuai dengan predikatnya sebagai ”ramah lingkungan”, interior dapat direncanakan agar dapat ”bekerja sama” dengan alam, dan memaksimalkan potensi alam untuk mendukung kondisi keseharian rumah. Misalnya, mendapatkan cahaya alami dari Matahari secara maksimal, melalui jendela, bukaan, dan ventilasi yang terhubung dengan taman-taman di sekitar rumah.


Bila tidak punya jendela biasa, bisa menggunakan skylight atau lubang pada atap agar cahaya matahari bisa masuk secara maksimal. Sebenarnya bukan keharusan untuk memilih interior ramah lingkungan, karena lebih kepada pilihan yang bijak agar bisa lebih menghargai dan memanfaatkan apa yang ditawarkan alam. 


Udara alami, cahaya alami,tanaman yang menyejukkan, semua ditawarkan alam secara cuma-cuma.Karena itu sayang sekali bila tidak digunakan. Material ramah lingkungan memiliki kriteria sebagai berikut, tidak beracun, sebelum maupun sesudah digunakan. Dalam proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat berbahaya bagi lingkungan. 


Dapat menghubungkan dengan alam,dalam arti makin dekat dengan alam karena kesan alami dari materialtersebut( misalnya bata mengingatkan pada tanah, kayu pada pepohonan).Bisa didapatkan dengan mudah dan dekat (tidak memerlukan ongkos atau proses memindahkan yang besar karena menghemat energi BBM untuk memindahkan material tersebut ke lokasi pembangunan). 


Selain itu, bahan material yang dapat terurai dengan mudah secara alami. Material yang ramah lingkungan menurut kriteria di atas misalnya, batu bata, semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya. 


Ramah lingkungan atau tidaknya material bisa diukur dari kriteria tersebut atau dari salah satu kriteria saja, seperti kayu yang makin sulit didapat, tapi bila dipakai dengan hemat dan benar bisa membuat makin dekat dengan alam karena mengingatkan pada tumbuh-tumbuhan. 


Untuk beretika terhadap lingkungan,harusmenghargai alam.Misalnya dengan tidak menebang pohon di sekitar rumah. Etika terhadap lingkungan, terutama sudah dituliskan melalui peraturan pemerintah daerah agar dipatuhi, seperti garis sempadan, ketinggian bangunan, dan sebagainya.(hermansah – sindo) 

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Interior rumah tinggal yang ramah lingkungan, dan memperhatikan potensi lingkungan rumah/ perumahan

Sumatra BathroomUntuk artikel dalam rubrik ‘Griya’ kemarin, Koran Sindo mewawancarai saya seputar interior rumah tinggal yang ramah lingkungan. Pada dasarnya alam disekitar kita memiliki potensi untuk kita gunakan dalam desain rumah tinggal, seperti udara alami yang sejuk, dan matahari yang bersinar sepanjang hari sepanjang tahun. Sayang sekali bila kita tidak menggunakannya dengan baik.

1 apa yang dimaksud interior ramah lingkungan?

Sama seperti konsep ramah lingkungan untuk eksterior, salah satu cara agar interior lebih ramah lingkungan adalah memperhatikan potensi lingkungan. Pada dasarnya alam yang diciptakan Tuhan sudah sempurna dan seimbang, namun karena banyak kerusakan dan gangguan yang diakibatkan oleh manusia, maka keseimbangan alam terganggu.

Pada dasarnya alam disekitar kita memiliki potensi untuk kita gunakan dalam desain rumah tinggal, seperti udara alami yang sejuk, dan matahari yang bersinar sepanjang hari sepanjang tahun. Sayang sekali bila kita tidak menggunakannya dengan baik.

Karena waktu kita lebih banyak dihabiskan dalam rumah (interior), maka alangkah senangnya bila rumah kita mendukung kesehatan kita secara alami dan gratis (tidak membayar). Sebenarnya, tidak sulit untuk menghadirkan interior rumah yang ramah lingkungan, misalnya memaksimalkan taman agar membantu menyediakan oksigen murni disekitar rumah kita. Dalam hal ini, butuh kejelian dari segi desain dan kemauan kita untuk menggunakan potensi alam agar hidup kita lebih sehat.

2. jelaskan ciri dan konsep interior ramah lingkungan?

Sesuai dengan predikatnya sebagai ‘ramah lingkungan’, interior dapat direncanakan agar dapat ‘bekerja-sama’ dengan alam, dan memaksimalkan potensi alam untuk mendukung kondisi keseharian rumah kita, misalnya, kita tidak perlu menggunakan AC untuk ruangan karena sudah sejuk dan nyaman dengan udara alami dari bukaan jendela dan ventilasi. Pada dasarnya kita menghendaki rumah kita nyaman secara termal (suhu), dan bila kita tidak perlu menggunakan AC tapi rumah kita sudah terasa nyaman, maka ini adalah salah satu contoh ramah lingkungan dari segi pemanfaatan udara alami.

Contoh lain ramah lingkungan untuk interior, misalnya mendapatkan cahaya alami dari matahari secara maksimal, melalui jendela, bukaan, dan ventilasi yang terhubung dengan taman-taman disekitar rumah. Bila kita tidak punya jendela biasa, kita bisa menggunakan skylight atau lubang pada atap agar cahaya matahari bisa masuk secara maksimal.

Sumatra Bathroom

3. jelaskan mengapa masyarakat harus memilih interior ramah lingkungan?

Sebenarnya bukan keharusan untuk memilih interior ramah lingkungan, karena lebih kepada pilihan yang bijak agar kita bisa lebih menghargai dan memanfaatkan apa yang ditawarkan oleh alam kita ini. Udara alami, cahaya alami, tanaman yang menyejukkan, semua ditawarkan alam pada kita secara Cuma-Cuma, sehingga sayang sekali bila tidak digunakan.

4. seperti apa pemilihan materian yang ramah lingkungan?

Material ramah lingkungan memiliki kriteria sebagai berikut;

a. tidak beracun, sebelum maupun sesudah digunakan

b. dalam proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat berbahaya bagi lingkungan

c. dapat menghubungkan kita dengan alam, dalam arti kita makin dekat dengan alam karena kesan alami dari material tersebut (misalnya bata mengingatkan kita pada tanah, kayu pada pepohonan)

d. bisa didapatkan dengan mudah dan dekat (tidak memerlukan ongkos atau proses memindahkan yang besar, karena menghemat energi BBM untuk memindahkan material tersebut ke lokasi pembangunan)

e. bahan material yang dapat terurai dengan mudah secara alami

f. dan sebagainya

material yang ramah lingkungan menurut kriteria diatas misalnya; batu bata, semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya. Ramah lingkungan atau tidaknya material bisa diukur dari kriteria tersebut atau dari salah satu kriteria saja, seperti kayu yang makin sulit didapat, tapi bila dipakai dengan hemat dan benar bisa membuat kita merasa makin dekat dengan alam karena mengingatkan kita pada tumbuh-tumbuhan.

5. Bagaimana menerapkan etika desain terutama berkaitan dengan lingkungan?

Untuk ber-etika terhadap lingkungan, kita harus menghargai alam, misalnya dengan tidak menebang pohon disekitar rumah kita. Etika terhadap lingkungan terutama sudah dituliskan melalui peraturan pemerintah daerah agar kita patuhi, seperti garis sempadan, ketinggian bangunan, dan sebagainya.

Dari segi desain, kita harus berupaya mengembalikan potensi alam yang seharusnya sangat baik, tapi karena kehadiran manusia jadi semakin hancur. Contohnya; jangan menggunakan seluruh area lahan rumah untuk bangunan, namun sisakan untuk taman-taman asri yang bisa membantu memproduksi oksigen. Selain itu tetap gunakan sumur peresapan air agar air bisa meresap ke tanah kembali.

6. Apakah perlu dukungan dari pemerintah, industri, pengusaha dan masyarakat dalam mewujudkan interior ramah lingkungan?

Perlu. Saat ini perlu lebih banyak cara agar material yang ramah lingkungan bisa didapatkan dengan mudah, misalnya pemerintah dan industri lebih berpihak pada produksi material lokal yang dibuat dengan teknologi sederhana dari masyarakat, agar lebih memberdayakan masyarakat lokal secara ekonomi (ini juga termasuk kebijakan yang ‘green’).

7. apakah interior ramah lingkungan sedang menjadi tren, jelaskan dan mengapa?

Interior ramah lingkungan sedang menjadi tren karena kita semakin butuh, akibat makin kurangnya sumber daya alam dan menipisnya energi. Simak saja dimana-mana kondisi kota makin parah, panas dan tidak manusiawi. Kita makin butuh interior ramah lingkungan di tempat tinggal kita agar kita tetap sehat, tetap bisa merasakan hubungan dengan alam, dan makin menghargai alam.

Dalam koran Sindo:

Memperhatikan Potensi Lingkungan
Monday, 17 November 2008
ImageHIJAU: Hamparan pepohonan menghiasi kawasan elite Bintaro, Tangerang. Selain memperbaiki kualitas udara, pepohonan juga berfungsi untuk memperindah lingkungan perumahan. 

SAMA seperti konsep ramah lingkungan untuk eksterior. Salah satu cara agar interior lebih ramah lingkungan adalah memperhatikan potensi lingkungan. Pada dasarnya, alam yang diciptakan Tuhan sudah sempurna dan seimbang, tapi karena banyak kerusakan dan gangguan yang diakibatkan ulah manusia, maka keseimbangan alam terganggu. 


”Pada dasarnya alam di sekitar kita memiliki potensi untuk digunakan dalam desain rumah tinggal, seperti udara alami yang sejuk, dan matahari yang bersinar sepanjang hari sepanjang tahun.Sayang sekali bila kita tidak menggunakannya dengan baik,” ujar arsitek dari Astudioarchitect, Probo Hindarto, saat dihubungi SINDO Karena itu, alangkah senangnya bila rumah mendukung kesehatan secara alami dan gratis. 


Sebenarnya, tidak sulit untuk menghadirkan interior rumah yang ramah lingkungan, misalnya memaksimal kan taman agar membantu menyediakan oksigen murni di sekitar rumah kita. Dalam hal ini, butuh kejelian dari segi desain dan kemauan untuk menggunakan potensi alam agar hidup lebih sehat. 


Sesuai dengan predikatnya sebagai ”ramah lingkungan”, interior dapat direncanakan agar dapat ”bekerja sama” dengan alam, dan memaksimalkan potensi alam untuk mendukung kondisi keseharian rumah. Misalnya, mendapatkan cahaya alami dari Matahari secara maksimal, melalui jendela, bukaan, dan ventilasi yang terhubung dengan taman-taman di sekitar rumah.


Bila tidak punya jendela biasa, bisa menggunakan skylight atau lubang pada atap agar cahaya matahari bisa masuk secara maksimal. Sebenarnya bukan keharusan untuk memilih interior ramah lingkungan, karena lebih kepada pilihan yang bijak agar bisa lebih menghargai dan memanfaatkan apa yang ditawarkan alam. 


Udara alami, cahaya alami,tanaman yang menyejukkan, semua ditawarkan alam secara cuma-cuma.Karena itu sayang sekali bila tidak digunakan. Material ramah lingkungan memiliki kriteria sebagai berikut, tidak beracun, sebelum maupun sesudah digunakan. Dalam proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat berbahaya bagi lingkungan. 


Dapat menghubungkan dengan alam,dalam arti makin dekat dengan alam karena kesan alami dari materialtersebut( misalnya bata mengingatkan pada tanah, kayu pada pepohonan).Bisa didapatkan dengan mudah dan dekat (tidak memerlukan ongkos atau proses memindahkan yang besar karena menghemat energi BBM untuk memindahkan material tersebut ke lokasi pembangunan). 


Selain itu, bahan material yang dapat terurai dengan mudah secara alami. Material yang ramah lingkungan menurut kriteria di atas misalnya, batu bata, semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya. 


Ramah lingkungan atau tidaknya material bisa diukur dari kriteria tersebut atau dari salah satu kriteria saja, seperti kayu yang makin sulit didapat, tapi bila dipakai dengan hemat dan benar bisa membuat makin dekat dengan alam karena mengingatkan pada tumbuh-tumbuhan. 


Untuk beretika terhadap lingkungan,harusmenghargai alam.Misalnya dengan tidak menebang pohon di sekitar rumah. Etika terhadap lingkungan, terutama sudah dituliskan melalui peraturan pemerintah daerah agar dipatuhi, seperti garis sempadan, ketinggian bangunan, dan sebagainya.(hermansah – sindo) 

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Void (lubang antar lantai) di rumah tinggal bertingkat

Bila Anda memiliki rumah lebih dari satu lantai, biasanya terdapat void. Void atau bukaan antar lantai bisa berfungsi praktis menghubungkan antara lantai bawah dan lantai atas. Rumah yang memiliki void biasanya terasa lebih lapang karena pandangan kita tidak terbatas pada satu lantai saja, namun juga hingga lantai atasnya. Lalu apa lagi kelebihan memiliki void untuk rumah tinggal?

Di suatu sore…
“Vi, kamu tau hairdryer mama?”, tanya Mama dari bawah void.
Vivi menghampiri railing void.
“Apa Ma?”
“Hairdryer… Kamu pinjem nggak?”
“Nggak Ma” sahut Vivi.
“Anton yang pinjem Ma” kata Anton, dari sisi railing yang lain.
“Buat apa?”
“Buat keringkan baju soalnya kemaren kehujanan”

Bayangkan kondisi ketika Anda berada di lantai bawah, dan anggota keluarga lain, misalnya putra-putri kita sedang berada di lantai atas, dan kita perlu memberitahukan sesuatu pada mereka. Cukup kita melongok melalui void dan komunikasikan apa yang ingin Anda ucapkan pada putra-putri Anda. Ya, rupanya void punya arti penting untuk komunikasi penghuni antar lantai dalam rumah tinggal.

Pada ruang keluarga diatas, void memberikan kesan lebih luas, dan dapat ditambahkan aksesori pendukung seperti lampu hias, chandelier, dan sebagainya. 
Desain oleh Yoyok Sudibyo, foto oleh Probo Hindarto

Void juga memiliki fungsi yang berkenaan dengan penghawaan dan pencahayaan alami. Bila ruang di bawah tidak cukup terang atau tidak memiliki akses ke penghawaan alami dari taman rumah, bisa terbantu dengan adanya void. Dalam hal ini, void bisa mendukung konsep arsitektur tropis dan hijau, karena sebagai penghubung antar lantai, lubang void juga bisa menjadi menara angin yang dapat mengalirkan udara panas ke atas. Akan lebih baik lagi bila ‘menara angin’ ini memiliki lubang-lubang hawa di bagian atas untuk membuang udara panas tersebut.

Dalam desain rumah, pentingnya void juga memiliki arti dalam membuat rumah lebih lapang secara visual (penglihatan), misalnya bila ruang tamu kita hanya berukuran 2,5 x 3 meter, akan terasa lebih ‘plong’ bila diatasnya terdapat void. Demikian pula untuk ruangan lain, apalagi yang sering digunakan seperti ruang keluarga.



contoh: void di ruang keluarga (tanda panah merah). Desain oleh astudio

Di lantai atas, kehadiran void memang terkadang menyita ruangan, dan harus memiliki railing (pagar pembatas) disekitarnya untuk keamanan. Sama seperti fungsinya di lantai bawah, void di lantai atas memudahkan kita berbicara dengan penghuni di lantai bawah.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.