Rumah Deli

Home Design by astudio.
On duty: Nasrul Amin, Probo Hindarto, Rosi Rahadi

This house seems to be one of the house we design with strong local tradition influence. Before we made this design, we have ourselves seeing many types of house in Melayu, around Sumatra and Kalimantan, because it will be built there. The owner is working in Europe, but even so, he wants the house to have ‘local character’, and this design was meant to be so. In this design, we adapt the shape of house, ornamentation, etc.

Rumah ini menjadi salah satu desain rumah yang kami desain dengan pengaruh kuat dari tradisi lokal. Sebelum kami membuat desain ini, kami banyak melihat tipe-tipe rumah di Melayu, sekitar Sumatera dan Kalimantan, karena rumah ini akan dibangun disana. Tampaknya, meskipun berada di luar negeri, Keinginan untuk memiliki rumah yang ‘berciri lokal’ tetap ada, sehingga desain dimaksudkan mengadaptasi khasanah arsitektur setempat. Desain berciri lokal mengadaptasi bentuk atap, hiasan/ornamentasi, dan sebagainya.

Rumah Aceh

Above is one example “Melayu house” that we found in Flickr recently. It wasn’t the reference we use when we design this house, but this is the type of the house in there.
Diatas adalah contoh ‘Rumah Melayu’ yang kami dapatkan di Flickr. Ini bukan referensi kami saat mendesain, tapi merupakan contoh tipe rumah yang ada disana.

We made some sketches regarding how the house will be designed. The important things we discussed were; most of the house are build as ‘rumah panggung’, which is a deck house, where there are supporters for the first floor. There will be a lot of wood used in construction, because wood is considered cheap in the area. The roof will be covered by zinc roof or other metal material. There should be special ornaments derrived from traditional houses.

The owner told us to use brick wall for the ground level, and use wood construction for the first level. So it won’t be a deck house. But we tried to make it best suit the type of traditional houses. Fortunately that time one crew, Nasrul Amin, is from Palembang, Sumatera, and he lived in North Sumatera before he moved to Java, so he knew the way people in Sumatera build houses.

Kami membuat beberapa sketsa tentang bagaimana rumah ini akan didesain. Hal penting yang kami diskusikan adalah; sebagian besar rumah dibangun sebagai rumah panggung. Akan ada banyak konstruksi kayu, karena kayu murah disana. Atap akan ditutup dengan atap seng atau metal yang lain. Harus ada ornamen spesial yang diangkat dari rumah-rumah tradisional.

Pemiliknya mengatakan akan menggunakan tembok bata untuk lantai bawah, dan menggunakan konstruksi kayu untuk lantai atas. Jadi ini bukan rumah panggung. Tapi kami mencoba membuatnya tampil seperti rumah tradisional. Untungnya salah satu kru kami waktu itu, Nasrul Amin, berasal dari Palembang, Sumatera, dan dia hidup di Sumatera Utara sebelum pindah ke Jawa, jadi dia mengerti bagaimana orang Sumatera membangun rumah.

The above sketch is the final design we made for this house.

Sketsa diatas adalah desain final yang kami buat untuk rumah ini.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s