Treasure, house at Riverside, Malang

Home Design by astudio.
On duty: Probo Hindarto

We name the house; Treasure. In this design, we consider much about what people feel when CLOSE to the building, so being close to this building, we will feel certain perception that we thought it would be nice. We told the owner that a building that is too ’empty’ (building with no ornament), might make us bored in just 2-3 months living in the house. The owner responsed that he and his wife like detailed building, and because they are capable of building such house with so many details, and have no objection of the concept we told them. We made the house have as much home garden as possible, and making detail based on our perception of vernacular architecture around us.In here we use wood louvers, and unique round window. The architectural vocabulary we use is familiar with what is found in daily life.

Kami menamai rumah ini; Treasure. Pada desain ini, lebih diutamakan bagaimana kesan yang didapat pada saat DEKAT dengan bangunan, sehingga saat berada dalam bangunan, kita merasakan kesan yang mendalam dari bangunannya. Kami berkata pada sang pemilik bahwa bangunan yang terlalu ‘kosong’ (tanpa ornamen), mungkin dapat membuat kita bosan dalam 2-3 bulan hidup dalam rumah tsb. Sang pemilik merespon bahwa dia dan istrinya suka bangunan yang detail, dan karena mereka bisa membuat bangunan dengan banyak detail, dan tidak keberatan dengan konsep kami. Kami membuat rumah itu memiliki sebanyak mungkin taman, dan membuat banyak detail berdasarkan persepsi kami pada arsitektur vernakular disekitar kita. Disini digunakan kisi-kisi kayu, serta bentuk jendela kamar tidur yang unik dengan bentuk bulat. Bentuk-bentuk arsitektur yang digunakan kebanyakan familiar dengan apa yang sehari-hari ditemukan.

First stages

At the first stages, we design a simple house based on geometrical shapes, while thinking about the plan to be more effective. This is the stage when we got inspired by lines of bamboo. The story is when we visit a humble local food store (warung) that was made of bamboo construction. We saw the vertical lines of bamboo is so aesthetic and we tried to implement it in the first stages of design.

Dalam tahap-tahap pertama, kami mendesain rumah dengan bentuk sederhana berdasarkan bentukan geometri, sambil berpikir tentang denah agar lebih efisien. Dalam tahap desain ini kami mendapatkan inspirasi dari garis-garis bambu. Ceritanya pada saat kami makan di warung lokal (warteg) yang dibuat dari konstruksi bambu. Kami melihat garis-garis vertikal bambu sangat estetik dan kami mencoba untuk mengimplementasikan dalam tahap pertama desain.

FINAL STAGES



We then finally come to this house design stage, that contains so much detail, because we were at that time we concern much about detail in building, inspired by aesthetic values of local vernacular architecture.

Kami akhirnya sampai pada tahap akhir desain, yang sangat penuh dengan detail, karena kami pada saat itu sangat memperhatikan detail bangunan, terinspirasi nilai estetis dari arsitektur lokal vernakular.

THE INTERIOR DESIGN

One of the interior design in the house
Salah satu desain interior di rumah tsb.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s