Pohsarang, ziarah spiritualisme

https://i2.wp.com/bopswave.googlepages.com/englishflag.jpg English Version

6 Sept 2006

Gereja Pohsarang adalah sebuah gereja katolik di Kediri yang dibangun oleh H. Mclaine Pont pada tahun 1930an, yang terletak tepatnya di lereng gunung Wilis. Gereja ini memiliki bentuk yang unik disemua bagiannya.

Memasuki Pohsarang, serasa memasuki sebuah candi, dengan batu-batu yang sangat banyak. Daerah disekitar gereja ini memang penghasil batu kali, yang bentuknya bulat lonjong. Ini rupanya mengilhami arsitek Belanda yang peduli dengan konteks arsitektur dan budaya setempat, juga pada potensi daerah lokalnya.

Perjalanan di Gereja Pohsarang disambut hangat oleh gereja berbentuk unik tersebut, dengan lonceng gereja dan kelengkapan gereja katolik lainnya, termasuk patung-patung.

Yang unik dari gereja ini adalah, perasaan membumi yang tiada tara, hampir seperti ‘bersujud’ dalam bahasa yang bisa kami gunakan. Tidak bermegah-megahan sebagaimana layaknya gereja katolik yang lain, gereja ini merangkul semua yang bisa didapat dari lingkungan dan konteks sekitarnya, termasuk digunakannya gamelan untuk musik gereja.


foto: Probo Hindarto

Kami tidak dapat menayangkan lebih banyak foto, karena keterbatasan saat pergi kesana, tapi kami yakin, Anda bisa menemukan literatur yang banyak yang bisa membuat Anda ingin mengunjunginya. Namun kami menyarankan, bila pergi ke Jawa Timur, jangan lupa mengunjungi gereja ini untuk menambah khasanah pengalaman ruang Anda.

Didalamnya, juga ada diorama berukuran lebih dari manusia yang menggambarkan ‘Jalan salib’ yang merupakan obyek sangat menarik untuk dirasakan dan diapresiasi, terlepas dari agama apapun yang kita yakini. Diorama ini cukup memberi pengertian tentang apa yang diyakini oleh umat katolik. Keseluruhan area ini sebenarnya merupakan ‘theme park’ dari spiritualisme katolik.


foto: Probo Hindarto


Altar Gereja
Sumber gambar: The Wilds of East Java, Indonesia Government Tourism Service, 1993


Sumber gambar: The Wilds of East Java, Indonesia Government Tourism Service, 1993


Sumber gambar: The Wilds of East Java, Indonesia Government Tourism Service, 1993


Sumber gambar: The Wilds of East Java, Indonesia Government Tourism Service, 1993


Artikel simpanan saat mengunjungi Pohsarang waktu kuliah
(kunjungan ke Kediri saat masih kuliah, artikel dibuat sehari setelah kunjungan)

POHSARANG PILGRIMAGE
by bop & andreas


Perjalanan ke Pohsarang dimulai dengan perjalanan cukup jauh, dari Pare ke Kediri setelah menginap satu malam. Dari Kediri, masuk daerah Pohsarang masih sekitar 5 km. Dengan jalan-jalan pedesaan yang masih banyak sawah dan sapi, akhirnya sampai juga di gereja Pohsarang. Sebelumnya kami mendaftar dulu di bagian informasi, dan kemudian masuk.

Dari bagian depan didapati tipe bangunan gereja Pohsarang yang unik, dengan struktur membentuk atap melengkung. Bagian entrance memukau dengan adanya lonceng yang dibunyikan tiap ada misa, atau kematiam, dan setiap jam 12.00, dimana bagi orang katolik, waktu ini adalah waktu berdoa.

Bagian dalam gereja agak mengherankan, karena tidak seperti dalam buku-buku, struktur atap sudah diganti struktur baja.

Kemudian perjalanan langsung dilanjutkan ke ‘jalan salib’, sebuah wahana yang menunjukkan perjalanan Yesus ketika akan disalib.

Jalan setapak menuju ‘jalan salib, tertata dengan rapi dengan bahan batu kali (terus terang, penulis tidak pernah menemui batuan kali sebanyak itu di bangunan apapun.

Sempat keliru jalan dan hampir masuk dapur penduduk setempat, kami akhirnya bisa sampai ke ‘jalan salib’.

‘Jalan salib’ adalah diorama patung dengan skala manusia, menggambarkan bagaimana sejarah Yesus disalib. Jumlah diorama ada puluhan buah. Penggambaran diorama cukup membuat berdecak kagum. Dan perjalanan ini semacam olahraga naik turun tangga, sebab lokasi ‘jalan salib’ ada ditengah perbukitan (dengan pemandu seekor anjing liar kecil, yang selalu mengikuti kemana kami pergi). Diorama dibuat dengan ekspresif dan realistis, sehingga menggugah apresiasi pengunjung (termasuk bagi penulis yang bukan kristiani).

Selain itu ada juga wahana berupa 3 bangunan yang terkesan luas sekitar 10 x 10 m2. Bisa dicapai setelah naik jalan tangga yang cukup tinggi. Disana terdapat lukisan lukisan Yesus berjumlah 15 buah dan ada banyak ruang untuk istirahat (dan tidur-tiduran).

Setelah rasa lelah terkurangi, tujuan selanjutnya adalah goa Maria Lordes, sebuah wahana buatan, berupa bagunan berbentuk bukit besar, dengan lubang besar detengahnya seperti goa sebagai ruangan untuk misa, dan sebuah patung Bunda Maria yang sangat besar. Di ‘goa’ ini juga ada tempat air cuci muka dan air untuk minum. Lucunya, kran air minum dan cuci muka itu berada di dinding goa, sehingga seakan minum dari alam. Air minumnya terasa alami, tidak seperti air dari PDAM.

Kemudian kami menuju ke gereja Pohsarang yang berbentuk pendopo. Bangunan ini terdiri dari pendopo untuk misa dan pendopo kosong yang terbuka. Struktur bangunan baja dan kawat baja yang menimbulkan bentuk melengkung kedalam pada atap bangunan.

Struktur gereja Pohsarang telah berganti bahan tiga kali. Pertama kali dibuat dengan bahan kayu kelapa atau glugu, kemudian diganti bahan kayu jati, dan terakhir diganti bahan baja. Pemasangan struktur yang terakhir baru saja dilakukan. Untuk memasang genting saja, dibutuhkan waktu sekitar 7 bulan, dengan bahan genting yang kuat dan terpilih, bahkan kuat untuk diinjak-injak.

Gereja ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda (anda dapat membacanya dari buku-buku) atas permintaan pemerintah kolonial untuk membangun sebuah gereja katolik. Sejak pertama dibangun gereja depan, yang merupakan bangunan pertama, saat ini kawasan gereja Pohsarang telah berkembang menjadi kawasan wisata yang cukup luas dan juga sebagai daerah wisata ziarah. Rata-rata pengunjung cukup banyak, tapi situasi ramai biasanya pada hari-hari libur dan pada hari besar Kristen.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s