Masjid di Malang

https://i2.wp.com/bopswave.googlepages.com/englishflag.jpg English Version
19 Nop 2006

astudio sedikit melihat kepada arsitektur spiritual. Berlokasi di bagian depan Universitas Muhammadiyah Malang, sebuah masjid yang megah berdiri, menjadi sebuah landmark kota Malang. Dari Kota Batu, menuju Malang kita bisa melihat bangunan putih ini berdiri di langit biru


Sebuah minaret yang menjadi vocal point dari keseluruhan area masjid. Menunjuk keatas.


Area entrance utama ke masjid. Tampak disini mengadopsi gaya arsitektur Mediterania, termasuk dari Arab, Yunani dan Mesir.


Menggunakan harmoni dalam ritme, jajaran kolom-kolom dipadukan dengan atap yang memayungi bangunan sebagai bagian dari arsitektur tropis


Tampilan fasade masjid dari depan. Kelihatan cukup megah untuk menyita perhatian pada saat melintas di jalan didepan masjid. Hal ini karena masjid megah ini dilatar belakangi oleh langit biru yang indah dan bebas.


Sebuah sisi bangunan di sayap kiri. Lihatlah detail lengkungan sebagai ciri khas masjid ini.


Sisi entrance utama dilihat dari sisi ini memperlihatkan karakter kuatnya dipengaruhi oleh arsitektur Timur Tengah dan Mediterania. Terutama, terasa sekali pengaruh Mesir dan Yunaninya.


Atap yang khas daerah tropis.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

One response to “Masjid di Malang

  1. Komentar sebelumnya dari http://www.astudio.id.or.id:

    nama: mawan
    email: mawan sibali.yahoo.net
    comments: comments on article: “A mosque in Malang”: saya mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Makassar. saya tertarik dengan bantuk masjid ini. kalau bisa tolong lampirkan denahnya, biar saya bisa tahu bagaimana penghawaan dan pencahayaan salah satu bangunan tropis ini. terimakasi sebelumnya
    website ini: menarik

    name: mila
    komentar: comments on article ‘A mosque in Malang’:
    Masjid indah..
    saya mahasiswa sebuah perguruan tinggi negri.. comment ini mungkin berupa pertanyaan..saya hanya bingung, kenapa sebuah sarana publik yang sebenarnya didirikan atas dasar kebutuhan spiritual ternyata akhirnya dijadikan sebuah landmark kota, apa pada perencanaannya memang ada tujuan untuk komersil atau pariwisata? ternyata sebuah sarana non komersil bisa meningkatkan pariwisata kota?..

    astudio:
    Dear Mila,
    Mungkin pada dasarnya didirikan untuk peribadatan, namun memang adakalanya masyarakat menghendaki sebuah tempat berkumpul, sehingga tempat berkumpul yang ada seringkali dipakai untuk tujuan yang lebih luas, seperti misalnya masjid. Hal yang sama juga terjadi di obyek bangunan spiritual lain seperti gereja, di tempat lain dengan kurangnya sarana berkumpul. Tentunya hal ini menyatu dengan sifat dasar masyarakat yang menghendaki tempat berkumpul.

    Sebenarnya bila disadari lebih dulu, kegiatan ini seharusnya bisa terwadahi secara khusus dalam wadah tertentu yang direncanakan. Tidak ‘menumpang’ dalam bangunan dengan fungsi lain. Karena bila fungsi masjid berubah, maka sebenarnya ada aktivitas yang sebenarnya belum terwadahi.

    name:
    komentar: comments on article ‘A mosque in Malang’:. .menaranya kurang menarik n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s