Dari yang tua

https://i2.wp.com/bopswave.googlepages.com/englishflag.jpg English Version

Jika kita mengamati gambar asli dari standar grafik konstruksi atap yang dibuat untuk standar bangunan di Belanda pada 50an, terlihat jelas bahwa konstruksi yang sama masih digunakan pada kebanyakan bangunan di Indonesia sampai sekarang.

Art deco style applied to the facade, adding more taste to the old time building.

kadangkala, bangunan tua tidak dirawat dengan baik, menjadikannya terlihat kotor.

Sebuah contoh bangunan komersial yang dibangun Belanda, sebuah facade yang menarik dari jendela-jendela dengan panel-panel kaca. Kita bisa melihat bahwa bangunan ini mirip dengan restoran di Eropa, namun dengan pendekatan atap khas tropis.

Sebuah bangunan dengan gaya art deco, yang sekarang berfungsi sebagai kantor usaha desain grafis. Bangunan ini merepresentasikan pengaruh gaya ini di Indonesia.

Sebuah pintu dari sebuah rumah kolonial dengan gaya yang khas, panel pintu dibuat dari kayu, dilengkapi dengan sistem pengunci.

Detail dari sebuah ruko, dua lantai. Detailnya sangat menawan. Bangunan ini difungsikan sebagai toko yang menjual perlengkapan fotografi.


Ketika dilestarikan dengan baik, sebuah rumah toko dapat menjadi sangat menarik. Karena rumah-rumah kolonial biasanya menggunakan plafon tinggi, tampilan depan lantai satu bisa dibagi dua; bagian pintu dan jendela, dan bagian jendela-jendela atas.


Bangunan yang sama seperti diatas, namun disini diperkuat dengan kanopi untuk menghindari tampias hujan berlebihan. Ini membawa kesan ‘lama dan baru’ yang menjadi satu. Warna merah yang diaplikasikan menambah rasa ‘baru’ bangunan, demikian juga dengan penggunaan jendela kaca.


Kata ‘modern’ menjadi semangat toko saat ini, sementara itu bangunannya membawa kita ke masa lalu.

Pinatu Kontak

Toko kue. Ini adalah ekspresi lain dari arsitektur bangunan kolonial. Dinding putihnya menangkap garis-garis kotor debu karena hujan. Sementara kanopi ini merupakan tambahan dari arsitektur tropis, yang mungkin ditambahkan kemudian.

Sebuah rumah dengan fungsi baru sebagai toko, menjual kebutuhan sehari-hari. Kita bisa melihat dekotasi dindingnya, menambah nilai estetis dari bangunan. Tanpa dekorasi ini, rumah ini mungkin terlihat seperti rumah biasa.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

One response to “Dari yang tua

  1. Komentar sebelumnya di http://www.astudio.id.or.id:

    nama: randy
    email: randy_fals@*****.com
    comments: comments on article: “Dari yang tua”: klow menurut saya artikel ini bagus,tapi ada kekurangan nya.bagus nya artikel ini sedikit ditambah dengan gambar2 desain rakitan besi dan cara kerja nya di indonesia.
    tambahan ,saya sekarang sedang mengikuti program pemagangan dijepang . bidang yang saya jalani sekarang adalah kontruksi bangunan bagian perakitan rangka beton bangunanan anti gempa. di perusahaan saya di tempat kan di sepecialis pembuatan gedung untuk bagian rakitan besi nya.
    rakitan besi dijepang ada dua istilh,yang biasa di gunakan dalam konstruksi bangunan.
    1. kenciku
    adalah rakitan besi yang cara merakit nya gak terlalu banyak pengikatan, terus untuk bentuk bengkokan besinya di desain sendiri dengan berdasarkan gambar bangunan yang teleh ada.yang termasuk dalam katagori ini seperti,gedung bertingkat,rumah,sekolah dll.
    2.doboku
    adalah rakitan besi yang dalam pengikatan nya harus di ikat semua tidak terkecuali, terus untuk desain bengkokin besinya biasanya dah dibikin /di desain oleh pihak lain baik pemerintah , maupun swasta.dsn kita hanya merakit aja.contoh nya , pembuatan jalan, terowongan,benduangan air .
    2 katagori ini lah yang biasa di gunakan dalam kontruksi bangunan di jepang untuk bagian rakitan rangka beton bangunsn.
    website ini: lumayan bagus

    nama: pras
    email: gagah_clan@*****.co.id
    comments: comments on article: “Dari yang tua”: hmm…perpaduan yang menarik antara unsur dari luar yang menyatu dengan lokalitas desain yang ada…
    bisa dilihat bagaimana nenek moyang kita telah dapat menyesuaikan desain dengan iklim…terbukti bangunan kolonial di indonesia banyak melakukan penyesuaian desain bersumber dari rumah2 tradisional indonesia

    HIDUP ARSITEKTUR NUSANTARA!!!!!

    nama: bram
    email: wicahyanto.1982
    comments: comments on article: “Dari yang tua”: heboh buat masyarakat, tahu lebih banyak tentang rumah-toko agar kalau mau membangun dapat menghubungi yang lebih ngerti…
    tolong dong, sempat diatas saya lihat ada yang bergaya artdeco kalo yang bergaya dekontruksi ada ngak ya….
    website ini: top lah….

    nama: bagus f
    email: kamerad_69@*****.co.id
    comments: comments on article: “Dari yang tua”:
    Ruar biasa…foto2 bangunan lamanya, klo bisa seh dibanyakin…terutama rumah asli indonesia, kaya rumah kudus, dll.thx
    website ini: menambah wawasan

    nama: kurniawan t
    email: soulprana@*****.com
    comments: comments on article: “Dari yang tua”:
    sangat menarik sekali. kebetulan saya lagi cari desain rumah kolonial, buat renov omahku
    website ini: unik dan menarik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s