Konsep rumah yang awas kebakaran

https://i2.wp.com/bopswave.googlepages.com/englishflag.jpg English Version

Konsep rumah yang awas kebakaran

16 June 2008

Catatan Probo Hindarto:
Keluarga, adalah aset yang sangat penting dalam hidup kita, sebaiknya kita jaga dengan baik. Rumah yang sehat termasuk rumah yang memperhatikan segi keamanan, misalnya dari segi kebakaran. Jangan sampai menyesal di kemudian hari, mari kita lihat lagi apakah rumah kita sudah cukup aman dari bahaya kebakaran.



Photo by Afonso Lima, Stock.xchange

Konsep rumah yang dapat mengantisipasi kebakaran

Dengan banyaknya kasus rumah dan perumahan yang terbakar dewasa ini, kita perlu mempersiapkan rumah tinggal kita dari amukan api yang dapat terjadi kapan saja. Memang hal seperti ini bukanlah hal yang disengaja (meskipun dalam beberapa kasus di Indonesia, sengaja ada oknum kurang waras yang sengaja membakar rumah orang), rumah dapat direncanakan agar dapat meminimalkan dampak kebakaran yang mungkin terjadi.

Kebakaran dapat terjadi, seringkali karena kelalaian, karena faktor peralatan rumah tangga yang kurang terawat, atau kurang memenuhi syarat, juga karena desain dan material bangunan yang mudah terbakar. Kebanyakan kebakaran terjadi karena berbagai sebab, seperti arus pendek, kompor meledak, rokok dibuang sembarangan, dan sebagainya. Konsep rumah yang dapat menghambat tersebar dan membesarnya si jago merah, dapat disiapkan agar ketika faktor pemicu kebakaran terjadi, setidaknya api tidak langsung melahap seluruh bagian rumah, karena ditahan oleh beberapa material yang relatif tahan api.


Photo by Miles Eliason, stock.xchange

Saat ini, kita mengenal berbagai macam material bangunan, banyak diantaranya merupakan material yang mudah terbakar, namun banyak juga material yang tidak mudah terbakar, terutama material-material fabrikasi baru seperti dinding komposit, baja, dan sebagainya. Sebagai contoh, untuk material yang dikenal luas, dinding batu-bata termasuk bahan yang tidak mudah terbakar, sedangkan dinding kayu pada rumah-rumah kayu seringkali menyebabkan kebakaran berlangsung lebih cepat.

Kebakaran juga dapat menimbulkan asap tebal yang dapat menimbulkan kebingungan saat kebakaran dan membuat keadaan semakin memburuk. Ventilasi yang baik dapat mengurangi akibat dari asap tebal.

Membangun rumah, dalam pemilihan bahan, dinding, atap, lantai, plafon, pintu, jendela, dll

Memilih bahan bangunan untuk rumah yang lebih tahan api, dapat dilakukan lebih mudah, karena dewasa ini jenis-jenis material berkembang pesat. Untuk membangun rumah yang lebih tahan terhadap kebakaran, maka kita sebaiknya memilih bahan bangunan yang lebih tahan api. Terdapat jenis material yang relatif lebih tahan terhadap api, misalnya bahan dinding batu-bata lebih tahan api daripada kayu, dinding gypsum lebih tahan api daripada tripleks, kusen alumunium lebih tahan api daripada kusen kayu, dan sebagainya. Memang hal ini seringkali menjadikan biaya pembangunan rumah menjadi lebih mahal, namun untuk investasi jangka panjang, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan hal ini.

Bila tetap menggunakan bahan-bahan mudah terbakar, misalnya karena dana terbatas, sebaiknya kita juga mengantisipasi dari segi desain agar sumber api tidak dapat menjalar dengan mudah. Contohnya seperti rumah kayu yang banyak terdapat di luar Jawa, dapur sebaiknya didesain khusus agar area dapur, dimana terdapat kompor jadi lebih aman. Cara mudah adalah dengan membuat kompor ‘terisolasi’ dari kayu dinding dan lantai, dengan membuat dudukan dari semen, atau melapisi dudukan dan dinding kayu dengan seng yang dilapisi tanah. Usahakan agar kompor berdiri dalam jarak yang aman dari benda-benda mudah terbakar, misalnya menjauhkan kompor dari benda-benda kayu.

Bagian apa saja yang menjadi fokus perhatian dalam membangun konsep rumah ‘tahan’ api

Bagian yang penting diperhatikan adalah rencana dan jaringan listrik, bagian dapur dengan sumber api dari kompor, serta bagian-bagian yang rentan terbakar seperti perabot dengan lapisan kain. Jaringan listrik harus terus dipelihara dan diperiksa agar tetap dalam kondisi baik mengalirkan listrik, selain itu sebaiknya kabel-kabel lama diganti setiap 5 hingga 10 tahun sekali. Gunakan kabel dengan standar tinggi untuk kabel yang selalu dialiri listrik sehari-hari, dan jangan banyak menyambung kabel listrik karena mempermudah korsleting. Gunakan MCB (Mini Circuit Breaker) yang fungsinya sama seperti sekering, untuk pengamanan listrik rumah dari bahaya korsleting.

Penataan ruangan dikaitkan dengan konsep rumah ‘tahan’ api. Misalnya kamar mandi, dapur.

Penataan ruangan juga punya andil dalam mendukung rumah yang lebih tahan api dan menyelamatkan penghuni bila kebakaran terjadi. Penataan terbaik ruang-ruang, tentunya rumah sebaiknya dibuat dengan dikelilingi taman, tujuannya agar proses evakuasi bila terjadi kebakaran bisa cepat dilakukan. Bila tidak memiliki taman, setidaknya usahakan agar akses keluar mudah dan tidak hanya satu pintu saja. Sediakan balkon di lantai atas sebagai alternatif evakuasi dan sediakan tangga darurat seperti tangga tali atau tangga samping dari baja.

Ruang-ruang sebisa mungkin dipisahkan dengan sekat yang dapat dibuka dengan mudah, misalnya pintu yang mudah dibuka, bahkan didobrak saat kebakaran terjadi. Usahakan agar jendela-jendela tidak berteralis kuat sehingga bila sangat diperlukan, penghuni dapat keluar melalui jendela. Bahkan jendela dapat dibuat seperti pintu, yaitu memanjang dari atas kebawah.

Kamar mandi harus diletakkan ditempat yang mudah dijangkau untuk keperluan mengambil air bila kebakaran. Namun jangan memadamkan kebakaran akibat korsleting listrik dengan air, karena bahaya terkena sengatan listrik. Bila memungkinkan, pisahkan dapur dari ruang-ruang lain, setidaknya usahakan agar dapur memiliki akses ke udara taman dengan baik.

Merancang ruang-ruang secara lebih spesifik

Dapur juga memerlukan desain khusus, seperti menjauhkan sumber api atau kompor dari benda-benda mudah terbakar. Desain kitchen set juga menentukan keselamatan. Kitchen set yang baik sebaiknya didesain oleh ahli interior dan tanyakanlah selalu tentang keselamatan memasak dalam dapur Anda. Bila membuat sendiri interior dapur Anda, usahakan agar dapur memiliki desain sederhana yang dapat menghindarkan Anda dari kesalahan desain. Gunakan peralatan yang teruji teknologinya, dengan membeli peralatan yang memenuhi standar keselamatan.

Periksa dan rawatlah kompor minyak tanah dan kompor gas secara terus menerus. Jangan memakai kompor yang sudah tua dan berkarat, dan periksa kondisi tabung gas saat membeli. Dapur juga sebaiknya memiliki lubang angin dibawah karena gas untuk memasak berat jenisnya lebih tinggi daripada udara biasa. Usahakan agar gas yang keluar secara tidak sengaja dapat dibuang keluar melalui lubang tersebut. Jangan lupa memberi lapisan kawat besi agar tikus tidak masuk rumah. Bahkan bila memungkinkan, letakkan tabung gas diluar dapur dengan diberi rumah-rumahan sendiri dengan penghawaan yang baik.

Ruang tidur harus diperhatikan dari bahaya terbakar karena ruang ini adalah ruang dimana kita banyak menghabiskan waktu. Usahakan agar setiap kamar memiliki kemungkinan punya cara evakuasi saat kebakaran, misalnya dengan membuat jendela yang cukup lebar. Ruang tidur juga harus memiliki ventilasi yang baik, karena itu sangat baik untuk memikirkan kemungkinan menggunakan penghawaan alami selain AC, agar udara dapat berganti dengan mudah, dan membantu bila saja ruangan dipenuhi asap.

Bila dua lantai, usahakan memiliki tangga darurat yang dapat dicapai dengan mudah, misalnya tangga darurat pada balkon, dengan akses mudah dan cepat dari seluruh ruang-ruang. Hal ini berarti, balkon dapat berfungsi sebagai sarana evakuasi kebakaran.

Instalasi listrik di dalam rumah

Dalam sebuah rumah, listrik dan jaringannya perlu direncanakan oleh ahlinya, yaitu para ahli mechanical electrical yang dapat membantu Anda memperkecil resiko korsleting pada rumah. Dalam hal ini arsitek saja biasanya kurang memadai dalam mendesain sistem listrik. Ahli mechanical electrical memiliki background pendidikan yang sesuai untuk merencanakan dan menangani sistem listrik.

Biasanya arus listrik dalam rumah dibagi dalam beberapa bagian, misalnya untuk melayani ruang-ruang tertentu, dan masing-masing bagian ini memiliki MCB (Mini Circuit Breaker) tersendiri. Fungsi dari alat ini adalah memutus arus listrik, bila terjadi kelebihan beban, korsleting, dan lain-lain, namun tidak mengganggu area lain dalam rumah yang MCBnya berbeda.

Dahulu fungsi tersebut diatasi oleh sekering, namun karena bentuk, fungsi dan tampilannya dirasa kurang bagus atau kurang maksimal, fungsi tersebut diatasi oleh MCB. Sistem listrik dalam rumah sebaiknya direncanakan pada waktu mendesain bangunan, dan titik-titik lampu, saklar, stop kontak dan sebagainya perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan penghuni dan ruang-ruang apa saja yang ada. Pemasangan kabel dan peralatan sistem listrik sebaiknya ditangani oleh ahlinya, yang tahu persis bagaimana menanam kabel-kabel dalam dak beton, dinding, plafon dan sebagainya. Kurangnya perencanaan sistem listrik dalam rumah dapat berakibat kabel berseliweran, mengganggu pemandangan dan tentu saja, berbahaya karena bisa dimakan tikus, atau binatang lain.

Tips memperlakukan rumah agar ramah dan mana dari bahaya kebakaran

Pastikan bahwa alat-alat listrik yang Anda gunakan dalam keadaan baik, dan tidak punya kemungkinan meledak, hubungan arus pendek, terlalu panas, atau terbebani cukup berat. Dalam memakai peralatan seperti kompor listrik, pastikan bahwa alat berfungsi dengan baik dan tidak panas kabelnya, atau semacam itu. Sistem listrik dan kabel-kabel perlu dicek kembali apakah ada yang perlu diganti, konsultasikan dengan ahli listrik agar listrik rumah tidak terbebani terlalu berat pada titik-titik tertentu karena rawan terbakar.


Photo from stock.xchange

Dalam menggunakan peralatan listrik, sebaiknya tidak menghubungkan banyak peralatan pada satu stop kontak. Perhatikan bila ada tanda-tanda peralatan atau kabel listrik mulai rusak, seperti menghitam, terbakar, meleleh, dan sebagainya.

Didaerah dapur, usahakan agar kompor berada dalam jarak aman dari benda-benda mudah terbakar, letakkan tabung gas ditempat yang bersih, kering agar tidak berkarat, dan bila diletakkan diluar, harus dibuatkan rumah-rumahan yang kering, berventilasi baik. Bila terdapat tanda-tanda gas bocor, sebaiknya kita membuka lebar-lebar semua pintu dan jendela, serta jangan menghidupkan peralatan listrik, segera hubungi ahli atau orang yang bisa membantu Anda mengatasi masalah ini.

Bagi keluarga dengan perokok, jangan merokok disembarang tempat, selain karena unsur bahaya rokok bagi kesehatan. Gunakan asbak dan jangan meninggalkan rokok dalam keadaan menyala. Berhati-hatilah dalam membuang puntung rokok Anda.

________________________________________________


Artikel di Koran Kontan berdasarkan wawancara dengan Probo Hindarto

Menjauhkan si Jago Merah dari Hunian Tercinta

Pemilihan bahan bangunan dan penataan ruang bisa memperkecil risiko rumah terbakar
Sandy Baskoro, Danang Pidekso




Dimuat di Harian Kontan pada 06/07/08

BOLEH jadi Anda tak bisa tidur nyenyak belakangan ini. Berita si jago merah yang melalap pemukiman penduduk semakin sering terdengar. Kabar terakhir, permukiman di Kebayoran Baru, Jakarta ludes dilalap api pada Rabu pekan ini.
Fakta ini menegaskan bahwa ancaman kebakaran tak mengenal siapa pun, dimana pun, dan bisa terjadi kapan pun. Apalagi memasuki musim kemarau, Anda perlu makin awas. Lengah sedikit, rumah beserta harga benda bisa ludes terbakar.
Sejatinya, api bisa datang dari banyak tempat. Mulai dari kompor meledak, hingga hubungan pendek arus listrik alias korsleting. Karena itu, pemilik rumah perlu lebih waspada dalam mencegah munculnya pemicu kebakaran.
Salah satu bentuk pencegahan kebakaran adalah merancang konsep hunian yang mampu menjauhkannya dari jilatan si jago merah.
Pada dasarnya, konsep hunian yang menekan risiko kebakaran simpel saja. Arsitek Probo Hindarto menyarankan, fokuslah memilih bahan bangunan yang tepat. Yakni bahan bangunan yang tidak mudah terbakar. Penggunaan bahan bangunan yang tak mudah terbakar, setidaknya bisa menahan jilatan api, sehingga lebih lambat melahap bangunan.
Saat ini cukup banyak banyak pilihan material bangunan tahan api. Misalnya, dinding komposit atau baja.
Selain bahan komposit untuk dinding, material konvensional seperti batu bata juga lebih layak jadi pilihan utama ketimbang memakai dinding dari kayu.
Sedangkan untuk plafon, bahan gypsum lebih tahan api daripada tripleks. Sementara untuk kusen, bahan alumunium lebih resisten terhadap api dibandingkan bahan kayu.

Akses keluar di setiap ruang

Namun biaya memborong seluruh materi tahan api memang tidaklah murah. Jika keuangan terbatas, Anda bisa mengantisipasi kebakaran dengan menyiapkan desain rumah yang sesuai.
Anda perlu menata ruang secara khusus untuk mencegah kebakaran. Ruang yang paling perlu ditata dengan baik, tentu saja dapur dan perabotannya.
Kompor yang sering menjadi penyebab kebakaran harus diisolasi agar api tak menjalar. Caranya mudah. Tinggal membuat dinding di sekitar kompor dengan seng. Kompor juga bisa diamankan dengan meletakkannya di atas dudukan berbahan semen.
Arsitek Bambang Sutejo menambahkan, ruang dapur juga bisa dibangun di bagian depan rumah. Seperti, di dekat garasi atau di sebelah ruang tamu. Jadi, pemilik rumah dapat memantau kegiatan dan kejadian di dapur dengan baik. “Model dapur seperti ini memang lagi tren dalam desain rumah saat ini,” tutur Bambang. Dapur juga sebaiknya memiliki lubang angin sebagai jalan keluar gas bila ada kebocoran.
Sementara arsitek Misrony menyarankan, pemasangan filltrack atau penyedot asap udara di dapur. Alat ini terutama perlu jika dapur tak memiliki jendela.
Penataan ruang juga cukup penting dalam mendukung konsep rumah tahan api. Dalam konteks ini, menurut Probo Hindarto, rumah sebaiknya dikelilingi taman yang berfungsi membantu proses evakuasi jika terjadi kebakaran.
Apabila tidak ada taman, upayakan agar akses keluar rumah mudah dan tidak hanya mengandalkan satu pintu keluar.
Setiap bagian rumah atau setiap ruang, sepeti kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga dan dapur memiliki akses sendiri, seperti pintu yang mudah terbuka.? Jadi, apabila terjadi kebakaran, seluruh penghuni rumah tak kesulitan menyelamatkan diri.
Satu lagi, teralis yang ada di jendela sebaiknya tidak terpatri mati. Jadi. jika ada kebakaran, penghuni rumah masih bisa menerobos keluar melalui jendela.



________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s