Serba-serbi penghawaan alami

https://i2.wp.com/bopswave.googlepages.com/englishflag.jpg English Version

1 Juni 2007 – Bila kita menghendaki terciptanya rumah atau hunian sehat bagi seluruh keluarga, penghawaan alami adalah elemen penting dalam desain rumah, karena penghawaan yang buruk dapat menyebabkan berbagai penyakit pernafasan. Penghawaan alami termasuk faktor terpenting dalam kesehatan rumah tinggal maupun bangunan lain. Terlebih dalam situasi udara sudah banyak tercemar polusi saat ini, kesehatan dalam rumah harus diperhatikan dalam desain. Penghawaan alami dibutuhkan karena dua alasan; pertama, karena kita butuh udara segar dalam rumah kita sehingga keluarga tetap sehat. Kedua, karena penghawaan alami dapat meminimalkan penggunaan listrik untuk Air Conditioner (AC). Dalam arsitektur, masalah penghawaan alami mendapatkan porsi yang penting dimana setiap rancangan sebaiknya berangkat dari konsep ruang-ruang yang sehat.


Penghawaan alami pada rumah tinggal dapat dibuat agar ruang-ruang mendapat penghawaan alami, antara lain dengan memanfaatkan taman depan (frontyard), taman tengah (innercourt), dan taman belakang (backyard). Menurut rekomendasi pemerintah untuk rumah tinggal sederhana, ruang-ruang minimal mendapatkan ventilasi seluas 5% dari luasan ruang. Ventilasi ini bisa didapatkan dari lubang-lubang angin dan jendela yang dapat dibuka tutup sesuai kebutuhan.


Gambar menunjukkan ruang-ruang hijau taman yang dapat digunakan sebagai sumber penghawaan alami. Dari sumber ini, penghawaan mustinya dimaksimalkan bagi ruang-ruang hunian sehat.

Dalam tradisi arsitektur Indonesia, kita patut berbangga karena nenek moyang kita telah mengerti bagaimana mendapatkan ruang rumah yang nyaman. Salah satunya dengan menggunakan plafon. Plafon dapat membantu mengurangi panas matahari yang jatuh di atap rumah.

Gambar diatas menunjukkan, bagaimana sistem kerja plafon dapat menghalangi panas dari atap. Logikanya, semakin tinggi atapnya, semakin sejuk ruang dibawahnya karena udara panas ditangkap oleh ruang dibawah atap. Lebih cerdik lagi, rumah-rumah tradisional biasanya ruang dibawah atap diatas plafon ini memiliki lubang-lubang untuk membuang hawa panas.

Apakah menggunakan kipas angin dapat mengurangi rasa panas? Ya, kipas angin mengalirkan udara membuat kulit terasa sejuk. Namun sesungguhnya kipas itu hanya mengalirkan udara saja, sehingga suhu udara sebenarnya tetap panas. Karenanya disarankan untuk tetap memperhatikan elemen suhu udara dari desain rumah tinggal. Semoga desain rumah kita membantu kita merasa sejuk dan sehat selalu.

***

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s