Tips hemat listrik di rumah tinggal

13 May 2008

Apakah rumah bisa didesain dengan pendekatan hemat listrik? Listrik adalah energi yang terbarukan (dapat dibuat lagi berulang kali) yang berasal dari pengolahan sumber energi lain sebagai pemicunya. Dewasa ini, suplai listrik ke rumah-rumah penduduk semakin berkurang, diakibatkan oleh makin menipisnya sumber energi yang dipakai untuk memproduksi listrik, yaitu energi kinetik air, minyak bumi dan sumber lainnya seperti batubara dan panas bumi. Hal ini mengakibatkan harga listrik juga semakin mahal dan menipis. Masih ingat himbauan pemerintah untuk mematikan alat-alat listrik yang tidak diperlukan selama jam-jam tertentu di malam hari?


Ruangan tempat hidup sehari-hari kita, sebaiknya direncanakan agar sehat, sekaligus hemat energi

Sumber gambar: ilco, stock.xchange

Pada rancangan rumah, bila masalah energi ini diperhatikan, akan dapat menghemat dana untuk membeli listrik. Sekarang ini, sudah saatnya masing-masing pemilik rumah untuk memperhatikan hal ini, dari awal sewaktu mendesain sebuah rumah. Istilah yang cukup populer saat ini adalah ‘rumah hemat energi’, yang sebenarnya tren-nya sudah ada dimulai dari berbagai negara yang berkembang lebih maju dari negara kita, diakibatkan oleh krisis energi dan makin mahalnya harga listrik.

Rumah hemat energi dapat diterapkan melalui rancangan rumah tinggal. Penghematan ini tidak hanya berarti penghematan dalam pemakaian alat-alat listrik saja, namun juga penghematan dari sisi yang dapat ‘terbantu’ oleh desain. Sebagai contoh; pada siang hari tidak memakai listrik sama sekali untuk pencahayaan buatan yaitu lampu-lampu dalam rumah. Siang hari kita juga tidak perlu menggunakan AC untuk mendinginkan udara, karena rumah kita cukup sejuk dan dingin tanpa AC.

Penerangan buatan (lampu-lampu)

Penerangan dibutuhkan agar mata kita merasa nyaman bila melihat dan beraktivitas. Tingkat kenyamanan ini sebenarnya relatif bagi setiap orang. Ada orang yang merasa nyaman dengan penerangan yang relatif sedikit (gelap) dan ada pula yang merasa nyaman bila ruangannya terang benderang dengan cahaya. Bila dirasa kurang terang, kebanyakan solusi yang dipakai adalah menambah pencahayaan buatan dengan memasang lampu-lampu. Penerangan buatan ini tidak diperlukan bila pencahayaan alami pada siang hari dirasa sudah cukup.


Ruangan dengan warna putih atau warna terang lainnya, dapat menjadi lebih terang karena pantulan cahaya dari tembok ruang tersebut. Lain dengan warna tembok gelap yang menyerap cahaya.
Sumber gambar: Remind, stock.xchange

Bila kita bisa memaksimalkan penggunaan cahaya alami dari matahari pada pagi hingga sore hari, mengapa kita harus menggunakan pencahayaan buatan? Maka penghematan yang bisa dilakukan dalam hal ini adalah memaksimalkan penggunaan cahaya matahari alami untuk menerangi ruangan pada pagi hingga sore hari tanpa bantuan cahaya buatan.

Cara untuk melakukan itu adalah melalui perencanaan perletakan ruang-ruang yang baik, sekaligus dapat menjadi penyedia alternatif dari cahaya yang diperlukan agar kegiatan dalam rumah menjadi nyaman. Tingkat kenyamanan itu tentu saja relatif dan hanya penghuni sebenarnya yang dapat mengukur tingkat kenyamanan dari banyaknya cahaya yang masuk dalam rumah. Para perancang atau arsitek dalam hal ini mengambil asumsi terbaik untuk memperkirakan seberapa banyak cahaya matahari dapat masuk dalam rumah, baik secara langsung maupun dipantulkan.

Arsitek memiliki berbagai acuan untuk menentukan banyaknya cahaya yang sebaiknya masuk dalam rumah, antara lain;

Arsitek juga sebaiknya memiliki pengetahuan yang cukup agar cahaya matahari yang masuk dapat maksimal mendukung kegiatan dalam rumah tinggal. Dalam hal ini arsitek dapat memperkirakannya melalui pengalaman. Selain itu ilmu spesifik yang dapat membantu memperkirakan banyaknya cahaya dalam ruangan juga ada dalam ilmu arsitektur, yang hasilnya dapat menjadi sebuah acuan dalam rancangan rumah, yang menentukan berapa banyak lampu yang dibutuhkan, jendela yang dibutuhkan, dan berapa lumens (satuan ukur intensitas cahaya) sebaiknya hadir dalam sebuah ruangan.

Perlu diperhatikan pula besarnya cahaya yang masuk dari sinar matahari dari luar, dapat mengakibatkan suasana ruang yang lebih panas, yang akibatnya juga pada penggunaan AC maupun penghawaan alami. Bila rumah kita menggunakan AC, suasana panas akibat terlalu banyak cahaya matahari masuk juga mengakibatkan beban pendingin udara makin besar, sehingga beban listrik dan biayanya juga membengkak.

Tips untuk menghemat listrik penerangan antara lain:

  • Gunakan lampu hemat listrik daripada lampu pijar
  • Matikan lampu saat meninggalkan ruangan atau tidak memakai ruangan.
  • Buatlah perencanaan titik-titik ampu yang efisien; yaitu dengan tidak menggunakan saklar yang menghidupkan beberapa lampu sekaligus, karena bila kita ingin menghidupkan salah satu lampu, semua lampu jadi menyala.
  • Letakkan lampu ditempat yang cukup rendah dan dapat melayani lebih banyak ruang.
  • Letakkan saklar ditempat yang mudah dihidup-matikan, misalnya didekat pintu, agar memudahkan kita mematikan lampu saat hendak meninggalkan ruangan.

Air Conditioner (AC) pendingin udara

Sama dengan pencahayaan, tingkat suhu dan kelembaban udara juga relatif bagi setiap orang. Tingkat suhu yang nyaman bagi tubuh manusia adalah derajat Celcius. Pada tingkat suhu nyaman ini, tubuh dapat bermetabolisme dengan normal. Bila suasana terlalu dingin atau terlalu panas, tubuh kita akan memberikan reaksi. Bila terlalu dingin kita menggigil, pembuluh darah menyempit. Bila terlalu panas, tubuh berusaha mengeluarkan panas tersebut melalui kulit, nafas dan sebagainya.

AC dibutuhkan untuk membantu mencapai suhu ruangan yang cukup nyaman bagi kita. Di negara kita, terutama di kota-kota besar yang semakin panas, keberadaan AC adalah untuk mendinginkan udara. Sementara itu di negeri yang dingin atau memiliki 4 musin, AC yang dibutuhkan adalah yang dapat menaikkan suhu udara (pemanas).


Gambar: AC
sumber: http://akuinginhijau.files.wordpress.com/2007/04/standar.gif

AC mengambil bagian yang cukup banyak dari penggunaan energi listrik. Penggunaan AC dapat menjadi kurang efektif bila terjadi kebocoran udara sehingga AC bekerja lebih berat dan mengkonsumsi listrik lebih besar. Cara yang patut diperhitungkan untuk mengurangi pemakaian AC bahkan menghilangkah kebutuhan akan AC adalah dengan menggunakan penghawaan alami. Yang dimaksud penghawaan alami adalah suatu cara mengalirkan udara yang segar sehingga membantu mendinginkan udara. Bila kita menggunakan AC, sedapat mungkin udara didalam ruangan tersekat dengan baik.

Dalam kasus menggunakan kipas angin, misalnya. Kipas angin mengalirkan udara lebih cepat sehingga molekul-molekul udara bersentuhan dengan kulit dan membantu mengeluarkan panas dari dalam tubuh. Meskipun demikian, suhu udara sebenarnya masih tetap sama, sehingga aliran udara adalah sebab kita merasa lebih sejuk. Menggunakan AC berarti juga mendinginkan udara sehingga udara bisa turun suhunya, tanpa pergerakan udara pun, suasana sudah tidak terasa ‘gerah’.

Tanaman dapat membantu menurunkan suhu udara disekitar rumah, karena keberadaannya menyerap sinar ultraviolet, menyaring udara lewat proses fotosintesis. Tidak heran bila rumah yang dikelilingi tanaman terasa lebih sejuk, terlebih bila ruangan itu memiliki langit-langit yang tinggi. Tanaman sangat dianjurkan untuk memberikan sumber kesehatan alami pada bangunan rumah, termasuk udara alami yang dingin dan sejuk.

Tips tentang pendinginan udara:

  • Bila menggunakan AC, usahakan agar udara AC tidak keluar ruangan. Bersihkan AC secara berkala setiap sebulan sekali, atau memanggil tukang servis/pembersih AC
  • Dalam rumah tinggal, ruang-ruang yang cukup dingin tidak perlu diberi AC, mungkin ruangan seperti ruang tidur perlu diberi AC, hanya jika dirasa dibutuhkan.
  • Gunakan plafon yang tinggi agar udara didalam ruangan lebih sejuk. Tetap gunakan plafon untuk atap dengan genteng, karena ruang diatas plafon dan dibawah genteng akan menghambat panas masuk dari permukaan genteng.
  • Bila tidak menggunakan AC, gunakan jendela-jendela yang dapat dibuka-tutup, dengan harapan kita dapat mengatur banyaknya hawa alami yang masuk.
  • Tanamlah banyak-banyak tanaman dan peneduh disekitar rumah. Gunakan area taman atau tanah yang tidak digunakan untuk bangunan dengan semaksimal mungkin.

Peralatan memasak dan makanan; Rice cooker/warmer, lemari es, dan sebagainya

Rice warmer dan kulkas menyala sepanjang hari? Tentu saja banyak mengkonsumsi energi listrik bukan? Hal ini memang dalam kehidupan modern susah untuk dihindari; ada beberapa peralatan listrik yang tidak dapat dihindari, harus dinyalakan sepanjang hari. Untuk lemari es, usahakan agar pintu lemari es selalu tertutup rapat dan tidak ada kebocoran, serta hindari memasukkan makanan panas kedalamnya karena akan memacunya bekerja lebih keras dan mengkonsumsi lebih banyak listrik.

Televisi, tape recorder dan komputer

Dalam hal ini, komputer memegang peranan dalam bekerja, belajar dan mendapatkan hiburan dalam rumah. Televisi juga memegang peranan dalam memberikan hiburan. Daya listrik yang dibutuhkan untuk kedua jenis alat ini cukup besar, sehingga disarankan bila tidak digunakan maka sebaiknya dimatikan saja.

***

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

One response to “Tips hemat listrik di rumah tinggal

  1. Komentar sebelumnya di http://www.astudio.id.or.id:

    nama: one
    email: lettersix@*****.com
    comments: kalo mo hemat ya pake lampu semprong aja……………. ni kata dina loh…..
    website ini: bagus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s