Mengunjungi kembali Rasuna Epicentrum

https://i2.wp.com/bopswave.googlepages.com/englishflag.jpg English Version

Ditulis oleh Ade Yudirianto – awal September 2008
2 tahun setelah terakhir saya berkunjung ke superblok Rasuna Epicentrum, akhirnya saya kembali lagi untuk kedua kalinya untuk melihat sejauh apa 2 tahun pembangunannya kini.

Bakrie Tower and lifestyle


Bakrie Tower
Memasuki jalan Rasuna Said Jakarta sudah mulai terlihat tower setinggi 48 lantai yang sekilas nampak seperti hendak patah karena beberapa sisi bangunannya terlihat miring. Inilah Bakrie Tower yang dirancang oleh konsultan luar negeri HOK (Helmut Obatta Kassabaum), kantor 48 lantai yang tiap lantainya mengalami pergeseran 1 derajat horizontal.

Bulan lalu tower ini telah selesai topping off (pengecoran konstruksi selesai di lantai teratas). Sekalipun belum keseluruhan bangunan ini ditutupi oleh selubung fasade kaca, terlihat bahwa 10 lantai pertama mulai dilapisi kaca berpola segitiga. Nampak ada yang berbeda dari pengamatan sebelumnya…ternyata perbedaan itu ada pada pola selubung bangunan yang dahulu direncanakan berpola honeycomb kini digantikan oleh pola segitiga.

Bila penilaian ini tidak salah, maka office tower setinggi 48 lantai ini akan menjadi tower pertama di Indonesia yang lantai dasarnya berada di ruang publik. Sedangkan bentuknya akan menjadi tower kedua di Indonesia yang mempunyai bentuk plastis setelah Tower Regatta di Pantai Indah Kapuk . Melihat keseluruhan tampilan dari Bakrie Tower ini nampak bahwa perhitungan nilai efisiensinya dibawah 80% karena mengejar bentuk iconic/skluptural. Beberapa kolom terluarnya juga ada yang miring mengikuti pergeseran tiap lantai.


Look up and see it soaring

Mengejar 35 hari.
Bagian lain dari Superblok Rasuna Epicentrum yang sedang dikebut pembangunannya adalah LifeStyle Center atau orang-orang kelak akan menyebutnya sebagai Mall Rasuna Epicentrum. Bila dilihat dari atas bentuk siluet denah bangunannya menyerupai pergelangan telapak kaki manusia (beberapa ada yang menyebutnya seperti kaos kaki). Mall inilah yang akan menjadi pusat kegiatan superblok selepas jam kerja kantor. Disini pembangunannya dikebut selama 35 hari kedepan karena bulan depan menjelang Lebaran bangunan ini mesti dioperasikan. Progress yang cepat, bahkan sangat cepat sekali jika melihat kondisi konstruksi sekarang. Penilaian ini mengingat bahwa di dalam mall ini setidaknya ada 2 fasilitas yang membutuhkan instalasi dengan ketelitian. Yakni Media Walk tempat berlalu lalangnya pengunjung dengan trem kereta api diatasnya yang mengitari seluruh Superblok . Yang kedua adalah Galeri Neon yang seluruh kulit bangunannya diselubungi oleh lampu-lampu berpendar. Dua kontraktor besar Nasional memegang progress pembangunan fasilitas ini.


Lifestyle center RE


Lifestyle and Bakrie Tower

MORE (Marketing Office Rasuna Epicentrum)
Selesai berkunjung pada dua bangunan yang masih dipenuhi scaffolding, debu dan lautan beton dimana-mana, akhirnya mata ini bisa rileks untuk melihat MORE yang terencana dengan rapi dan bersih. MORE merupakan tempat pengunjung datang untuk melihat aneka promosi dan perkembangan Superblok ini. Disini dipamerkan maket dan mock-up apartemen untuk menggambarkan visualisasi keadaan terbangun nantinya. Di ruang pameran maket terlihat ada suasana yang berbeda sekali dengan kondisi 2 tahun lalu. Ternyata maket kawasan Superblok Rasuna Epicentrum mengalami perbesaran skala dan untuk tiap-tiap bangunan yang berdiri memiliki unit pamerannya sendiri. Untuk karya yang besar ini Rasuna Epicentrum mendapatkan penghargaan dari MURI sebagai pembuat maket skala kawasan terbesar di Indonesia.


Gondola track


Rasuna complex block A model

What’s so special in this revisited?
Apakah yang istimewa dari Rasuna Epicentrum ini? Selain bahwa dia dimiliki oleh orang terkaya no.1 di Indonesia… Dalam beberapa tahun kedepan Jakarta akan dibangun beberapa properti dan Superblok besar. Beberapa promosi dan iklan gencar-gencaran memenuhi media di Indonesia. Beberapa pemain-pemain besar nampak dalam keramaian ini seperti Bakrie Group, Agung Podomoro, Duta Anggada, Ciputra dan lain lain. Jakarta menjadi tempat dimana konstruksi fisik dan pembangunan adalah santapan harian masyarakat kota. A city of signboard construction… Rasuna Epicentrum menjadi salah satu bagian dari itu. Superblok yang menawarkan integrasi dengan lingkungan sekitar, dapat diakses dari segala periferi luar tanpa batas fisik berupa pagar. Konon Superblok ini menawarkan ruang kota yang sehat, dimana aktifitas sosial dan ruang publik adalah milik masyarakat umum.


Indonesia Jakarta menjadi tempat terjadinya pembangunan yang saling bersaing antar developer-developer. Bila tidak ada suatu tawaran yang baru, inovatif maka dalam hitungan tahun investasi hanya akan tinggal angan-angan hangus semata. Disini persaingan menjadi sebuah irama hidup masyarakat metropolitan. Apakah Indonesia memang terwakili oleh kondisi Jakarta? Ataukah ini hanyalah sebuah ekspose media yang semuanya berpusat pada ibukota ini. Adakah kabar dari kota-kota luar Jakarta yang menawarkan suatu hembusan berita yang membuat masyarakatnya sadar bahwa Indonesia terdiri atas ribuan pulalu dan kota. Bukan hanya Jakarta semata…….
________________________________________________
by Ade Yudirianto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

One response to “Mengunjungi kembali Rasuna Epicentrum

  1. Yup,, Spakat,, kalu pembangunan bukan hanya harus bersaing dengan pesat di Ibu kota bhkan harus merata sampai ke daerah2.,,
    di sinilah Peran pemerintahan, yang di andalkan oleh masarakat, sehingga pembangunan di indonesia merata. tidak ada penumpukan masyarakat dan kepadatan masyarakat di kota2, sehingga lapangan kerja juga bisa kita dapat di daerah2,,

    Peran serta para arsitek disini patut di pertanyakan, karena tanggung jawab seorang arsitek selain kpada designnya, arsitek juga bertanggung jawab pada masyarakat.
    bukan idelisme sang arsitek yang terbeli dgn lembar Rupiah..

    sangat kompleks memang,cuma semua itu perlu tanggung jawab dan konsekwensi untuk menjalani “Indonesia Yang Adil dan Beradab”

    thnak’s

    mau jadi arsitek,
    don’t know why,
    don’t know how,
    don’t know when,
    but certainly sure.
    ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s