Bermacam-macam material dinding

28 April 2008 – Dinding adalah salah satu elemen rumah yang paling menentukan sisi keindahan rumah. Sebagai bidang yang melingkupi aktivitas sehari-hari dalam rumah, dinding berpengaruh besar, terutama dalam menentukan kesan ruangan itu. Simak saja contoh kecilnya; dinding rumah dicat merah dan dinding dicat hijau muda, kesannya sudah lain sekali bukan?

Belum lagi bila dinding dilapisi material alami atau material aslinya yang menimbulkan karakter khas masing-masing bahan. Material ini boleh jadi menjadi atraksi utama dalam sebuah ruangan atau tampilan rumah, karena keunikan yang dimilikinya. Tidak jarang, material alami ditonjolkan lebih dari bentuk bangunan itu sendiri, misalnya pada rumah-rumah minimalis.

Berikut ini disajikan beberapa contoh material dinding yang umum digunakan dalam bangunan rumah tinggal.



Gambar-gambar searah jarum jam:
1. Kiri atas: Material dinding dari kaca buram, yang diaplikasikan pada dinding kabinet dapur. Kesan glossy (mengkilap) yang ditimbulkannya sangat menarik, dipadukan dengan pencahayaan tak langsung (indirect lighting) dari bawah kabinet menjadikannya tampak eksklusif.
2. Kanan atas: Material bata ekspos juga bisa menjadi material yang menarik karena karakternya yang kuat.
3. Kanan bawah: Material batuan dan kaca dalam padu padan ini cukup menarik dengan paduan garis putih dari kolom. Paduan ini banyak digunakan untuk hunian-hunian bergaya resort dan bertema tropis, karena unsur kaca memungkinkan penghuninya melihat bebas keluar dan batuan mengingatkan kita pada kesan dari batu-batu yang bebas di alam.
4. Kiri bawah: tembok biasa dapat tampil maksimal dengan penggunaan cat. Cara ini adalah cara yang paling umum dilakukan untuk meningkatkan kesan dinding agar lebih terlihat menarik.



5. Kiri atas: Material batuan yang tampil bersahaja seringkali menghiasi rumah-rumah dewasa ini, misalnya rumah-rumah bergaya minimalis yang sedang marak. Tampilan batuan yang biasanya kurang teratur bisa juga dibuat lebih teratur, misalnya dengan menatanya dengan susun sirih. Batuan lain yang dibentuk bisa juga mendukung tampilan yang teratur misalnya batu candi, batu paras yang dipotong kotak-kotak, batu andesit, dan sebagainya.
6. Kanan atas: Dinding kaca, termasuk digemari dewasa ini. Dinding jenis ini memang memungkinkan ruangan terlihat semakin lapang karena tidak ada batas pandangan. Biasanya kaca diberi frame alumunium sebagai penguat konstruksinya.
7. Kanan bawah: Dinding ekspos semen, atau ekspos beton, dimana tekstur semen diperlihatkan. Tekstur ini memiliki karakter sendiri yang tidak sama dengan karakter bahan lain seperti dinding yang dicat. Pilihan lainnya seperti dinding finishing kamprot yang juga memakai semen. Dinding ini memiliki kelebihan, yaitu biaya finishing yang dapat ditekan, karena tidak perlu diaci dan dicat.
8. Dinding baja: Banyaknya material baja bermunculan menimbulkan kemungkinan baru dalam menggunakan material sebagai dinding. Salah satu kelemahannya adalah dinding baja ini akan menimbulkan panas dalam ruangan didalamnya, karena itu sebaiknya bila menggunakan dinding ini harus dibarengi dengan naungan (misalnya naungan bayang2 pohon) pada permukaan baja ini agar tidak terlalu panas, serta penghawaan alami yang baik.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s