Memanfaatkan kayu bekas untuk melapisi dinding

https://i2.wp.com/bopswave.googlepages.com/englishflag.jpg English Version



Menggunakan kayu bekas yang dipotong-potong kecil untuk ditempel di dinding.
Foto; Probo Hindarto, lokasi: kafe Balebarong

09 Pebruari 2008 – Kayu bekas dalam proses pembangunan, misalnya kayu bekas bekisting dak cor, atau kayu lainnya bisa juga digunakan secara kreatif untuk menlapisi dinding. Tidak percaya? Lihat ilustrasi foto diatas, adalah sebuah sisi dinding yang ditutupi oleh kayu-kayu bekas yang sudah dipotong kecil-kecil. Potongan-potongan itu membentuk tekstur yang unik karena ditata tidak rata. Penampilannya cukup sesuai untuk gaya arsitektur yang sedang berkembang saat ini, yaitu gaya minimalis.


Aplikasi kayu pada dinding menambah suasana sejuk dalam ruangan, sangat sesuai untuk dipadukan dengan berbagai pernak-pernik aksesori ruangan bergaya etnik.

Selain pilihan-pilihan kayu bekas, kita dapat pula berkreasi dengan kayu ‘baru’, seperti kayu laminate, parket kayu, kayu lapis, komposit dan sebagainya. Kayu-kayu ini selain lebih murah, juga sudah diatur sedemikian rupa sehingga tekstur kayunya terlihat lebih cemerlang dengan karakter garis kayu yang lebih kuat.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

3 responses to “Memanfaatkan kayu bekas untuk melapisi dinding

  1. apakah kayu tersebut tahan lama?

    bagaimana mengatasi lumut yang mungkin terjadi pada kayu bekas

    saya setuju dgn penggunaan kayu bekas, krn mengurangi limbah

    astudio:
    Dear Dhoni,
    Pada dasarnya, kayu yang digunakan didalam ruangan lebih tahan lama daripada kayu untuk luar ruangan, kemudian semua kayu juga berpotensi ditumbuhi lumut bila lembab. Karenanya kayu sebaiknya diberi lapisan seperti politur.

  2. apa dalam penggunaan kayu bekas apa kita juga harus mem”finish” limbah kayu tsb???

    klo iya, jatuhnya kan sama dengan kayu ‘baru’, ??

    astudio:
    betul, tapi tidak perlu membeli kayu baru

  3. Untuk penggunaan ‘kayu bekas’ harus diperhatikan kelas kuat dan kelas awet kayunya sendiri, bila akan digunakan sebagai komponen interior. Karena sekarang kayu bekas bekisting (baik kaso atau papan) merupakan kayu yang lunak, basah dan tidak tahan rayap. Bila tetap ingin menggunakannya harus diperhatikan penggunaannya dalam design(jangan sampai memikul beban berat), dijemur (untuk mengurangi muai-susut) dan diberi antirayap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s