Taman rumah, kontribusi pada kesehatan penghuninya

https://i2.wp.com/bopswave.googlepages.com/englishflag.jpg English Version

Gambar salah satu jenis bukaan kearah taman yang sedang ngetren, yaitu bukaan pintu-pintu atau jendela besar kearah taman yang memberikan suasana segar, terbuka dan lebih luas.


7 September 2007Memang merupakan sebuah kebutuhan untuk memiliki rumah yang mendukung kesehatan dewasa ini, karena lingkungan perkotaan telah semakin tercemari oleh polusi (Anda bisa membaca buku Inspirasi Rumah Sehat di Perkotaan untuk wawasan lebih mendalam tentang hal ini). Rumah yang sehat memberikan dukungan bagi setiap aktifitas seluruh keluarga. Didalamnya, putra-putri kita bisa mendapatkan dukungan lebih baik pula dalam proses tumbuh berkembangnya.

Sekarang ini sudah bukan jamannya lagi mendesain rumah tinggal yang menutup seluruh area rumah, bahkan taman-taman dalam rumah. Bila dulu rumah-rumah seringkali didesain dengan menutup seluruh lahan rumah, barangkali karena menghendaki ruang-ruang lebih banyak, sekarang, kehadiran lahan yang masih bisa ditumbuhi tanaman menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap rumah. Hal ini karena taman rumah menjadi sangat penting dalam hidup di perkotaan yang makin padat.

Taman rumah, baik itu didepan rumah, dibelakang atau ditengah rumah (yang dikenal dengan istilah innercourt), merupakan jalan masuk bagi beberapa potensi dasar sebagai syarat rumah tinggal yang sehat. Kehadirannya menjadi jalan masuk bagi penghawaan alami, pencahayaan dari sinar matahari dan hubungan kita dengan alam. Sedikit lahan bisa dimanfaatkan untuk menjadi penghubung kita dengan potensi alam tersebut.


Gambar; perhatikan potongan rumah bagian kiri, merupakan bagian yang terbuka keatas untuk menerima sinar matahari dan udara alami bagi rumah yang sehat.


Ruangan seperti ini, laksana desain rumah tradisional dalam budaya Jepang, memiliki unsur taman yang menyatu dengan rumah. Sangat memberi kesejukan.

Dewasa ini, dengan sistem kapling dalam tanah-tanah yang dijual, memiliki sebuah rumah didalam kapling sempit, seperti tanah seluas 8 x 10, 7 x 13, atau semacam itu, ruang-ruang didesain dengan sangat kompak, dan seakan hampir tidak ada lahan untuk taman, padahal keberadaannya sangat diperlukan.

Sebaiknya dalam proses desain sebuah rumah kita juga memperhatikan bagaimana aliran udara, cahaya alami dan segala keuntungan dari adanya taman. Bahkan bila perlu, ruang-ruang dipersempit agar taman tetap ada secara proporsional.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s