Rumah mungil tapi lapang?

[artikel umum] astudioarchitect.com Sebagai arsitek, tentunya saya pernah dan sering dihadapkan pada situasi mendesain rumah yang ‘mungil’ karena keterbatasan lahan. Seringkali saya harus memutar otak untuk menemukan formula yang pas agar ruangan terasa lebih nyaman, mungkin lebih tepat disebut lapang. Timbul pertanyaan: Apakah perasaan berada di rumah ‘mungil’ ditentukan oleh luas? Ternyata tidak selalu.

Sebuah rumah menjadi lebih luas bila terdapat ruang yang cukup luas. Misalnya, ruang keluarga 4x6m lebih mungil daripada ruang keluarga 6x8m. Tapi ruang keluarga 4x6m bisa lebih luas bila ia disatukan tanpa sekat permanen dengan ruang dapur dan ruang makan. Ruang keluarga 4x6m ditambahkan dengan ruang makan 4×2,5m, ditambahkan ruang dapur 3x3m, menjadi ruang bersama yang lebih besar.

Disini, ditekankan ‘ruang bersama’ karena ruang-ruang ini bisa digunakan bersama oleh seluruh keluarga.

Membuat ruang lebih lapang tidak berarti membuat ruang lebih luas. Lebih ‘lapang’ bisa dimaksud pandangan lebih leluasa, barangkali dengan meniadakan sekat antar ruang yang tidak perlu. Aliran antar ruang juga akan terasa lebih leluasa. Trik ini banyak dipakai untuk ruang-ruang apartemen yang terbatas, atau rumah studio yang hanya punya satu ruang besar dengan berbagai fungsi ruang dicampur menjadi satu. Bila dahulu kita mengenal dalam arsitektur tradisional, penataan ruang sebaiknya sangat jelas dan memakai batas dinding, saat ini, mungkin justru keterbukaan dan bercampurnya berbagai segi kehidupan, termasuk fungsi-ruang menjadi hal yang sudah biasa.

Tak jarang, dapur berada didepan, dan setelah itu ada ruang tamu, ruang keluarga dan sebagainya. Pada rumah studio, ruang tidur bisa bercampur dengan ruang duduk dan dapur. Pemisahan ruang tidak selalu membutuhkan sekat, karena sekat membuat ruang menjadi terasa terbatas. Kalaupun kita memakai sekat, usahakan agar sekat ini transparan, misalnya sekat dengan bahan kaca bening, atau sekedar lemari hias dengan banyak lubang. Bila secara visual kita merasa bahwa sebuah ruangan itu luas, maka ruang-ruang yang terasa terbatas bisa terasa lapang.

Salah satu rumah yang didesain astudio. Terlihat disini kami memakai sekat antara ruang tamu dan ruang keluarga (pada kasus ini sebenarnya ada ruang keluarga atas untuk menonton TV). Sekat ini bisa dibuka seperti pintu bila dibutuhkan, misalnya ada acara keluarga atau arisan.

Saya harap artikel ini bisa memberikan inspirasi bagi Anda yang sedang merencanakan rumah =)

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Small but ‘large’ house

As an architect, of course I’ve often faced with designing a home situation that ‘limited’ because of limited land. Often I had to rack my brain to find the right formula for a room feel more comfortable, perhaps more accurately called a field. The question arises: Is the feeling at home ‘small’ is determined by the area? Apparently not always.

A house becomes more widely if there is a wide space. For example, 4x6m living room even smaller than the living room 6x8m. But the family room could be more widely 4x6m when he put together without a permanent partition with the kitchen and dining room.

Here, emphasized as ‘used together’ because these spaces can be shared by the entire family.

Make a bigger space does not mean making a wider space. More ‘roomy’ could mean more freely view, perhaps by eliminating the space unnecessary partition. Flow between the rooms will also feel more free. This trick is widely used for flat spaces are limited, or home studio which only had one large room with various functions are mixed into a single space. When first we knew of traditional architecture, spatial planning should be very clear and put on line the walls, right now, maybe that openness and mixing of various aspects of life, including the function-space into something familiar.

Quite often, the kitchen in front, and after that there is living room, family room and so on. In the home studio, bedrooms can be mixed with the living room and kitchen. Separation of space does not always require insulation, because the screen makes the space was limited. Even if we use the screen, get this transparent screen, such as insulation with clear glass material, or merely decorative cabinets with lots of holes. When visually we feel that a room was spacious, the rooms seem to feel the field is limited.

One of the houses designed astudio. Seen here we use the bulkhead between the living room and family room (in this case there is a family room upstairs to watch TV). This screen can be opened like a door if needed, for example, there is a family event or social gathering.

I hope this article could provide inspiration for you who are planning a house =)

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s