Faktor-faktor ‘tersembunyi’ dalam desain rumah atau bangunan lain

[artikel umum] astudioarchitect.com Mendesain rumah (atau bangunan apapun), memang gampang-gampang susah. Gampang bila kita sudah memiliki bayangan jelas seperti apa desain rumah yang dinginkan. Susah bila kita belum memiliki bayangan sama sekali. Bila salah dalam mendesain, muncullah masalah dikemudian hari, seperti kamar yang gelap, dapur yang pengap, bingung jendela dimana, bentuk atapnya tidak karuan, dindingnya terlihat kusam atau warna dan materialnya tidak pas, tambal sulam ruangan atau terkesan memaksakan terlalu banyak ruangan. Terkadang akan sangat membantu bila kita sudah memiliki arsitek atau desainer yang siap memikirkan berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain denah rumah.

Saya sering menjumpai Bapak dan Ibu yang ingin meminta saya untuk menggambar rumah, datang, bertemu atau mengirimkan email dengan desain awal yang dibuat sendiri, misalnya coretan pensil diatas kertas seadanya, atau kertas milimeter. Terus terang, bila memandang gambar-gambar seperti ini, saya pasti sangat tertarik, karena gambar seperti ini adalah gambar awal yang mewakili isi hati dan keinginan sesungguhnya dari klien. Faktor lainnya, saya akan mendengarkan atau ‘membaca’ sungguh-sungguh keinginan dan harapan yang tersirat dalam pembicaraan.

Seringkali, keinginan sebenarnya muncul dari sebuah percakapan yang tidak bisa digantikan oleh keinginan saya sendiri sebagai arsitek. Misalnya: “Gimana ya mas, kalau ada tempat untuk duduk-duduk sambil makan didekat dapur?” Yang dimaksudkan klien ini berarti bukan meja makan biasa atau lazimnya ruang makan. Karena yang dimaksud disini ternyata keinginan untuk memiliki semacam dudukan atau tempat duduk memanjang dari tembok bata didekat taman belakang, seperti lazimnya kebiasaan makan didesa-desa. Seringkali, orang-orang desa suka makan di bagian belakang rumah sambil duduk di teras belakang, mengobrol dengan santai. Hal yang seperti ini banyak yang tersirat, bukan tersurat🙂 Tentunya sebagai arsitek, bila saya egois, akan memaksakan saja sebuah ruang makan dengan desain mewah yang gemerlap dengan standar 3×4 meter, misalnya. Tapi apakah klien akan menyukai untuk makan diruang yang saya desain..?

Sebuah ruangan, tidak bisa hanya digambar diatas kertas dengan notasi “3×3 meter”, tapi harus di-imajinasikan dalam pikiran seorang perancang. Banyak sekali faktornya

Untuk mendesain, sebenarnya bila mengambil langkah yang mudah, adalah dengan mencoret-coret satu garis gambar denah dengan cepat. Untuk cara ini, adalah cara yang lazim dan cepat dilakukan, meskipun demikian, banyak faktor lain yang musti dipertimbangkan. Kita tidak bisa dengan begitu saja membuat gambar kotak yang ditulisi 3x3m sebagai dinding ruang tamu dengan ukuran 3×3 meter. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, khusus untuk ruangan ini saja, misalnya: 

  • dimana letak pintu dan jendelanya, 
  • bagaimana bentuk plafonnya, 
  • suasana ruang didalamnya seperti apa, 
  • penataan perabot terhadap sirkulasi dalam ruangan, 
  • pengaruh iklim dan kenyamanan biofisika, 
  • apakah bentuk jendela dan pintu akan sesuai dengan desain rumah secara keseluruhan. 
  • Bagaimana bila ada kolam ikan untuk menyejukkan ruang tamu? 
  • Atau apakah pemilik suka keterbukaan atau tidak terlalu suka terbuka (hubungannya dengan besar jendela).
  • dan sebagainya

Berbagai faktor diatas, yang mungkin hanya beberapa pertimbangan mendesain sebuah ruangan, akan lebih kompleks lagi bila dihubungkan dengan

  • sistem struktur dan konstruksi,

    Sistem konstuksi yang baik, sudah terencana dari awal. Antara lain untuk mengantisipasi perubahan dan penambahan desain.

  • tampilan desain rumah, 
  • hubungan dengan lahan dan lingkungan sekitar,
  • gaya hidup pemilik rumah
  • faktor lingkungan sosial dan cara hidup masyarakat sekitar
  • dan sebagainya (masih banyak lagi🙂

Disini saya memang tidak mencoba untuk membesar-besarkan kenyataan akan banyaknya faktor-faktor ‘tersembunyi’ yang harus dipikirkan seorang arsitek, karena memang demikianlah adanya dan sebagai tugas arsitek untuk mengolah semua itu menjadi desain yang tepat guna (bisa dibayangkan pusingnya arsitek .. hehehe). Arsitek biasanya bekerjasama dengan ahli-ahli lain seperti Mechanical Electrical untuk merencanakan listrik, ahli sipil untuk merencanakan sistem konstruksi, ahli plumbing untuk merencanakan sistem air bersih dan air kotor.

Meskipun demikian, arsitek diharapkan memiliki pengetahuan yang medasar tentang rumah dan berbagai sistem didalamnya, dan tidak semua arsitek dapat mengolah berbagai faktor tersebut dengan baik, tergantung dari tingkat kematangan desain, pengalaman dan pemikiran yang dimilikinya. Dengan memikirkan berbagai hal diatas, dan menurut pengalaman pribadi dalam mendesain rumah dan bangunan lainnya, memang banyak faktor ‘tersembunyi’ saat mendesain rumah.
__________________
oleh Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Hidden Factors when Designing a House

Designing home (or any building), is tricky. Easy if we already have a clear idea what the chill house design. Difficult if we do not have a clue. When one of the design, there was a problem later on, like a dark room, a stuffy kitchen, which confused the windows, roof shape is not karuan, walls or the color looks dull and inappropriate material, or a patchy impression of the room to force too much room. Sometimes it can be very helpful if we already have an architect or designer is ready to think about various factors to consider in designing the house plans.

I often find the father and mother who wants to ask me to draw a house, come, meet, or send an email with its original design made itself, such as pencil marks on paper much, or graph paper. Frankly, when looking at pictures like this, I must be very interested, because this picture is a picture that represents the beginning of heart and true desire of the client. Other factors, I will listen to or ‘reading’ earnest wishes and expectations implicit in the discussion.

Often, real desire emerged from a conversation that can not be replaced by my own desires as an architect. For example: “How ya mas, if there is a place to sit and eat near the kitchen?” What this means is intended client is not ordinary table or dining room normally. Because here it is the desire to have some sort of holder or seat extending from the brick wall near the back garden, as is usual eating habits villages. Often, rural people like to eat at the back of the house, sitting on the patio, chatting casually. Things like this a lot of implicit, not explicit:) Of course, as an architect, if I am selfish, will impose only a dining room with luxury design that glitters with the standard 3×4 meters, for example. But whether the client would like to eat in the room that I designed ..?

A room, can not simply drawn on paper with the notation “3×3 meters”, but must be imagine in the mind of a designer. Lots of factors

To design, in fact when taking the easy step, is to scribble one line drawings quickly. For this way, is the usual way and quickly carried out, however, many other factors that must be considered. We can not just draw a box inscribed with a 3x3m living room wall with a size of 3×3 meters. There are many things to consider, especially for this room alone, for example:

    * Where the location of doors and windows,
    * How to form ceiling,
    * The atmosphere inside the room like,
    * The arrangement of furniture to the circulation in the room,
    * The influence of climate and comfort biophysics,
    * Whether the form of windows and doors shall be in accordance with the overall home design.
    * What if there is a fish pond to cool the living room?
    * Or if the owner likes the openness, or do not really like the open (with big windows).
    * Etc.

Various factors above, which may be only a few considerations to design a room, be more complex when associated with

    * Structure and construction systems,

      A good system of construction, was planned from the beginning. Among others, to anticipate changes and additions to the design.

    * View home design,
    * Relationship with the land and environment,
    * Home owners lifestyle
    * Social environmental factors and lifestyle communities
    * And so on (there are many more:)

Here I am not trying to exaggerate the reality of many factors ‘hidden’ to think of an architect, because that’s what it is and as architect for the task of processing them into appropriate design (architect headache imaginable .. hehehe) . Architects usually work with other experts such as Mechanical Electrical for electrical plan, civilian experts to plan construction systems, plumbing experts to plan a clean water system and wastewater.

Nevertheless, architects are expected to have knowledge about the home medasar and various systems therein, and not all architects can process a variety of factors well, depending on the level of design maturity, experience and thought he had. By thinking things over, and according to personal experience in designing homes and other buildings, many factors are ‘hidden’ when designing the house.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s